Tripika Kotabunan Periksa Warga Tak Beridentitas di Buyat Selatan
BOLMORA.COM , BOLTIM – Satu keluarga yang tinggal di sebuah gubuk diperkebunan Bengko’ Desa Buyat Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) diperiksa oleh Tiga pimpinan Kecamatan (Tripika) Kotabunan yakni Camat Frida Manoppo, Danramil Peltu Ucok Marthien Lubis, dan Kapolsek AKP Kambey Martin Lasut, Rabu (15/12/2021).
Pemeriksaan tersebut berdasarkan permintaan Sangadi Buyat Selatan Husni Modeong, dikarenakan keluarga yang diketahui bernama Ronal Panggili (39) bersama istrinya Mariam Anggela Makakendung (26) dan 4 anaknya tidak memiliki identitas apapun.

“Mereka tidak punya Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau pun surat keterangan lainnya. Ini kami ketahui saat pemilik gubuk bapak Radjunan Ude melapor ke Sangadi Buyat Selatan, untuk keperluan pembuatan identitas keluarga ini,” Ungkap Camat Kotabunan Frida Manoppo.
Sementara itu, Danramil Kotabunan Peltu Ucok Marthien Lubis saat diwawancarai media ini setelah selesai memeriksa keluarga tersebut menjelaskan, berdasarkan keterangan yang bersangkutan, dirinya bersama istri dan anak-anaknya masuk ke Boltim pada awal Januari 2021.

“Menurut keterangannya tadi, Ronal ini sebelumnya tinggal di Desa Kawiley, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara. Masuk ke Boltim tanpa identitas apapun dan bekerja sebagai Buruh Kelapa.
Hasil pemeriksaan tadi, kami dari Tripika memutuskan memberikan waktu selama seminggu untuk melengkapi administrasi terutama surat pindah domisili,” Terang Danramil.
Dirinya melanjutkan, jika keluarga ini mendapatkan kesulitan saat pengurusan pembuatan surat identitas, nanti akan dibantu oleh Tripika.
“Nanti jika merasa kesulitan akan kami bantu, karena selama ini sejak yang bersangkutan berusia 17 tahun, kehilangan identitas saat bekerja di kapal. Kapal penampungan ikan tempat dia bekerja tenggelam sehingga identitasnya hilang,” Jelas Danramil.
Namun lanjut Danramil, pihaknya tetap waspada dan yang bersangkutan pasti akan terus dipantau pergerakannya selama pengurusan surat keterangan pindah dari daerah asal.
“Kegiatannya akan kami terus, jangan sampai ini hanyalah modus, karena biasanya menjelang akhir tahun seperti ini ada pihak-pihak asing yang berkedok sebagai masyarakat pindahan, namun muaranya ke tindakan terorisme atau kejahatan lainnya,” Tegasnya.
Sangadi Buyat Selatan Husni Modeong pun memberikan apresiasi atas perhatian Tripitaka Kotabunan.
“Atas nama Pemerintah Desa Buyat Selatan kami mengucapkan terimakasih kepada Tripika Kotabunan karena sudah memeriksa langsung warga yang tidak memiliki identitas ini,” Singkat Husni.
(RG)



