Pakaian Adat Mongondow Jadi Ciri Khas Siswa Rachmat Mokodongan Saat Mendaftar Bakal Calon Wakil Gubernur
BOLMORA.COM, POLITIK – Nuansa khas Mongoondow tampak dalam suasana pendaftaran Siswa Rachmat Mokodongan, sebagai bakal calon Wakil Gubernur di Partai Nasdem, Senin (9/12/2019), di kantor DPD Partai Nasdem Provinsi Sulut.
Mantan Sekprov Sulut ini memakai baju adat Mongondow berwarna biru, dan diantar oleh perwakilan lima tokoh adat Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Mokodongan tak membantah bila dirinya menunjukkan simbol BMR dalam pendaftarannya.
“Ini hanya representasi saja. Namun jika dipercayakan partai Nasdem, saya akan memegang seluruh kebudayaan di Sulut,” ujarnya.
Dikatakan, alasan ia maju karena ingin membangun Sulut. Partai Nasdem dipilih karena dirinya diundang.
“Saya menghormati undangan tersebut,” ucap Mokodongan.
Erwin Assa, salah satu pengurus Partai Nasdem mengaku salut atas kedatangan Siswa Rachmat Mokodongan yang memakai baju adat BMR.
“Ini merupakan wujud kecintaan seseorang dengan budayanya,” kata dia.
Majunya Mokodongan di Nasdem bersamaan waktunya dengan “mundurnya” Tatong Bara dari pencalonan Pilgub.
Sebelumnya, Tatong digadang-gadang sebagai jagoan Nasdem di Pilgub 2020. Wali kota Kotamogabu ini sudah menyatakan diri mendukung program OD-SK.
Jika pakem Minahasa BMR masih dipakai Nasdem untuk meredam ODSK, maka peluang Mokodongan untuk diusung Nasdem terbuka lebar.
Mantan Sekprov Sulut ini bisa diduetkan dengan Elly Lasut. Duet ini klop, karena mewakili semua etnis di Sulut yakni Minahasa, Nusa Utara dan BMR.
Mokodongan sendiri menyiapkan dukungan dari BMR.
Seorang anggota keluarga Siswa membeber, Siswa Rachmat Mokodongan mengumpulkan keluarga besarnya semalam sebelum mendaftar.
“Kami keluarga yang tersebar di BMR mendukung penuh beliau untuk maju,” katanya.
Pengamat politik Taufik Tumbelaka mengatakan, Mokodongan adalah figur BMR yang pantas bersaing di Pilgub. Ia punya jaringan kekeluargaan dan kolega di BMR. Popularitas Mokodongan juga tak hanya di BMR. Dirinya dikenal luas di wilayah Minahasa dan Sangihe. Mokodongan dianggap tokoh familiar, namun disiplin dan tegas.
Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulut Victor Mailangkay menjawab diplomatis terhadap opsi duet Elly Lasut dan Siswa Rahmat Mokodongan.
“Kita masih tampung dulu, setelah itu para calon akan disurvei, lantas setelah itu kita tetapkan siapa yang diusung,” kata dia.
Meski bisa mengusung sendiri, Mailangkay menyatakan pihaknya tetap terbuka dengan opsi koalisi.
(Tim Redaksi)



