Bupati Iskandar Kamaru Buka Muskab Pembentukan Pengurus PMI di Kabupaten Bolsel
BOLMORA, BOLMONG – Kamis (6/12/2018), bertempat di Aula Kantor Bappelitbangda Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), dilaksanakan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Pembentukan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bolsel untuk periode 2018-2023.
Muskab Pembentukan Pengurus PMI untuk pertama kali dilaksanakan di Kabupatern Bolsel ini dibuka oleh Bupati Iskandar Kamaru, dan selain dihadiri Sekda Bolsel Marzanzius Arvan Ohy, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Bolsel, juga turut dihadiri oleh Pengurus PMI Kabupaten dan Provinsi, seperti Sekertaris PMI Sulawesi Utara (Sulut) Mercy Rampengan, Wakil Sekretaris Aniee Dondokambey, dan Kepala Markas PMI Sulut Tommy Sampelan.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa PMI adalah organisasi yang didirikan untuk membantu pemerintah Indonesia di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas-tugas kepalangmerahan, yang meliputi kesiapsiagaan dalam penangulang bencana dan urusan kemanusiaan lainnya.
“Pememerintah daerah sangat mendukung atas dilaksanakannya Muskab PMI ini. Sebab pada dasarnya, PMI tidak ada sekat antara birokrasi ataupun instansi lainnya, karena kehadiran organisasi PMI murni dalam misi kemanusiaan,” ungkapnya.
Dijelaskan, pada 9 Januari 2018 lalu, pemerintah telah menetapkan Undang-Undang Nomor 1 tentang kepalangmerahan. Yang mana, Undang-Undang ini menjadi instrumen hukum yang penting bagi Indonesia, terutama dalam melaksanakan kegiatan kepalangmerahan, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
“Dalam Undang-Undang ini juga mengamanatkan bahwa penyelengara kepalangmerahan adalah pemerintah dan PMI. Atas dasar aturan tersebut, pemerintah perlu berperan aktif dalam kepalangmerahan. Kehadiran PMI juga sangat membantu masyarakat, terutama kebutuhan darah serta akan lebih cepat dalam menerima bantuan pada saat terjadi bencana atau konflik,” terang Kamaru.
Diakhir sambutannya, bupati yang baru menjabat kurang lebih 2 bulan ini mengharapkan agar PMI Bolsel yang akan dibentuk melalui musyawarah tingkat kabupaten dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, sehingga apa yang menjadi tujuan bersama bisa terwujud dengan baik.
“Saya berharap ke depan, PMI juga diperkenalkan ke sekolah-sekolah melalui kegiatan ekstra kurikuler Palang Merah Remaja,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekertaris PMI Sulawesi Utara (Sulut) Mercy Rampengan menyampaikan banyak terima kasih atas support pemerintah daerah atas terselenggaranya Muskab PMI di Bolsel.
“Kami mengharapkan, PMI dapat menjadi bagian dari masyarakat. Kepengurusan PMI Bolsel Masa Bakti 2018-2023 dapat menghasilkan rencana-rencana kerja yang lebih baik, efektif dan efesien sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bolsel,” cetusnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Panitia Muskab PMI Bolsel, Sarina Paputungan menyampaikan, Kabupaten Bolsel sejak disahkan sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) pada 2008 silam, belum memiliki Badan Organisasi PMI. Maka, atas dasar keinginan dan juga inisiatif, sehingga Panitia Pelaksana merumuskan untuk membentuk Kepengurusan Daerah melalui usulan Kepada Pengurus PMI Provinsi, yang saat ini Dinahkodai oleh Wakil Gubernur Steven Kandouw, dan di tingkat Pengurus Pusat dinakhodai oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Muhamad Yusuf Kalla.
“Visi kami untuk PMI Bolsel guna mendorong kemajuan di bidang Palang Merah sebagai organisasi kemajuan yang bersifat universal, sehingga kebutuhan PMI terpenuhi sebagaimana mestinya,” ujar Sekertaris PMI Bolsel terpilih ini.
Adapun Formatur pengurus PMI Kabupaten yang terpilih secara aklamasi yakni, Ketua Selvian Kamaru Manoppo, yang tidak lain adalah istri tercinta Bupati Bolsel Iskandar Kamaru.
Sedangkan di posisi Sekretaris ditempati oleh Sarina Paputungan. Sementara untuk bendara ada nama Monalisa Mokodompit.
(gnm)



