Hukrim & Peristiwa

Polsek Urban Siap Amankan Petasan Berdaya Ledak Besar

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Guna menciptakan stabilitas keamanan di wilayah Kota Kotamobagu, pihak Kepolisian sektor (Polsek) Urban Kota Kotamobagu siap mengamankan jenis petasan berdaya ledak besar serta petasan rakitan yang bisa disebut ‘Sperak’. Sebab, menurut Kapolsek Urban Kotamobagu Kompol Ruswan Buntuan, selain membahayakan, juga akan menggangu keamanan dan ketenteraman masyarakat.

“Sampai hari ini memang belum ada keluhan dari masyarakat terkait petasan moderen atau petasan rakitan. Namun, kami mengambil contoh dari daerah lain pada tahun-tahun kemarin. yanga mana, ini juga bisa mengakibatkan korban jiwa dan korban material,” ujarnya.

Apa terlebih, lanjut Ruswan, untuk wilayah Kota Kotamobagu sudah ada contoh korban yang disebabkan oleh petasan jenis ‘Bom Bali’.

“Itu yang harus kami antisipasi. Termasuk untuk orang tua, kami imbau agar bisa mengawasi buah hatinya saat memberikan mainan petasan atau kembang api jenis apapun itu,” imbuhnya.

Sedangkan untuk jenis petasan rakitan sperak, akan ditindak tegas. Baik yang kedapatan di jalanan atau yang ditemukan saat operasi.

“Masih baik jika rakitan sperak kalau menggunakan kaleng kecil, tapi jika ada yang menggunakan kaleng besar, maka hal ini sudah tentu menjadi fokus kami, karena ini akan jadi sangat berbahaya jika diledakan di pemukiman warga. Banyak akibat yang akan terjadi jika ini dibiarkan,” tegas Ruswan.

Sebelumnya, Sifarwan Mokoginta, Bocah 8 tahun, anak dari pasangan suami istri, Siswanti Mokoginta dan Fatma Kumai warga Kelurahan Upai, kehilangan tiga jarinya, yakni jempol, jari telunjuk dan jari tengah. Hal itu, berawal ketika pada Minggu (18/12/2016), Sifarwan asik bermain petasan jenis ‘Bom Bali’ bersama sejumlah temannya, karena rasa penasaran petasan lama meledak, Sifa pun mengambil petasan tersebut untuk memastikan apakah sumbuh sudah terbakar atau belum. Tak sempat dibuang untuk diledakan kembali, petasan pun meledak ditangan kirinya. Saat ini, Sifarwan masih menjalani perawatan intensif setelah tiga jarinya terpaksa diamputasi oleh tim medis di RSUD Datoe Binangkang Kotamobagu.

“Sedih ketika mendengar pertanyaannya. Dia tanya kapan tiga jarinya akan bertumbuh kembali,” cerita Ibu Sifa, yang ditemani kakaknya, Uci Mokoginta saat berada di RSUD.(me2t)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button