Eksportir Minta Tingkatkan Kualitas “Grean Bean” Kopi Kotamobagu
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Hasil uji Roasting (pemanggangan) Kopi Kotamobagu oleh CV. Daya Asasta Jakarta, salah satu Eksportir Kopi untuk pasaran Eropa, melalui Direktur Arie Fuad, mengungkapkan bahwa Kopi Kotamobagu beraroma Karamel yang cukup kuat, namun untuk meningkatkan kualitas Green Bean atau Biji Kopi Mentah Kotamobagu ke standar internasional, perlu dipikirkan dalam prosesnya.
“Hal itu dimaksudkan agar pada saat proses Roasting akan lebih mudah. Sebab, proses yang dilakukan terhadap Coffee Cherry (buah kopi) menjadi Bean (biji kopi), yaitu Full Washed (pencucian penuh), Semi Washed (setengah pencucian), dan Natural (alamiah),” ujar Fuad, melalui rilisnya, Selasa (29/11/2016) lalu.
Dalam rilisnya tersebut, Fuad juga menjelaskan jika proses Roasting kopi bisa ikut mempengaruhi aroma dan rasa. Pasalnya, saat diroasting dengan standar light roasting (pemanggangan tidak sampai hangus), maka aroma Karamel dan Sabut Kelapa mulai terasa, karena prosesnya di Kotamobagu dengan cara diasap.
“Mungkin karena pertimbangan efisiensi sehingga produksinya jadi banyak. Namun hal itu akan menjadi sulit untuk standar roasting. Untuk itu mohon dipikirkan mengenai prosesnya,” pinta Fuad.
Ditambahkan, pihaknya sudah melakukan Roasting Light selama 14 menit, dan Coffe Cupping (proses mengobservasi rasa sebelum kopi itu tiba dalam cangkir para penikmat kopi) di Ngokow Coffee Jakarta.
“Tapi hasilnya, aroma Karamel sudah keluar dan ada rasa bekas asap sabut kelapa,” ungkap Fuad lagi.
Terpisah, Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Hukum dan Ekonomi Terapan (LIPHET) Sofyanto, menyatakan bahwa apa yang diungkapkan oleh pihak eksportir harus menjadi perhatian serius Pemkot Kotamobagu khususnya Dinas Pertanian. Tentunya, dengan melakukan pelatihan-pelatihan kepada para petani kopi yang ada di Kotamobagu, tentang cara pengolahan kopi yang memenuhi standar internasional.
“Sebenarnya di wilayah sekitar Kotamobagu sudah ada cara pengolahan kopi Semi Wash, yaitu di Desa Liberia dan Purworejo, Kecamatan Modayag Induk, Boltim, tinggal bagaimana caranya untuk bisa belajar dari mereka,” imbuhnya.(me2t)



