DPRD Boltim Desak DLH Provinsi Turun Periksa Kondisi Sungai Buyat

0
205
DPRD Boltim Desak DLH Provinsi Turun Periksa Kondisi Sungai Buyat
DPRD Boltim melaksanakan RDP dengan jajaran terkait perihal permasalahan pertambangan dan lingkungan hidup
Advertisement

BOLMORA.COM , BOLTIM – Hasil penelitian baku mutu air anak Sungai Buyayut yang bermuara di Sungai Buyat, Desa Buyat Dua Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) oleh Water Laboratory Nusantara (WLN) Indonesia sudah keluar dan telah diserahkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boltim ke Komisi lll DPRD Boltim.

Hal tersebut diungkapkan Kepala DLH Boltim saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) perihal permasalahan pertambangan dan lingkungan hidup, yang dilaksanakan oleh Komisi ll DPRD Boltim, Rabu (24/11/2021) siang tadi.

“Hasil laboratorium baku mutu air yang diambil oleh tim DLH yang ditemani oleh beberapa sangadi Buyat bersatu sudah keluar dan sudah kami serahkan ke Komisi lll,” Ungkap Kepala DLH Boltim Sjukri Tawil.

Hal tersebut pun langsung ditanggapi oleh anggota DPRD Komisi ll dari Partai Nasdem, Richi Hadji Ali. Dirinya pun mempertanyakan langkah-langkah yang sudah dilakukan setelah menerima hasil laboratorium tersebut.

“Hasil belum saya lihat namun menurut informasi, sudah dipastikan ada pencemaran air oleh PT Sumber Energi Jaya (SEJ) di Anak Sungai Buyayut yang bermuara di Sungai Buyat. Kami sebagai lembaga yang merupakan perpanjangan tangan masyarakat, meminta DLH Provinsi untuk segera turun ke lokasi,” Tegas Richi.

Dirinya memastikan, akan mengawal kejadian ini hingga pihak perusahaan akan bertanggungjawab atas pencemaran tersebut.

“Konsentrasi arsen yang sudah melewati ambang batas. Artinya, air pada anak sungai Buyayut yang bermuara di Sungai Buyat, tidak lagi memenuhi syarat untuk digunakan sebagai air baku air minum, mandi, pembudidayaan ikan air tawar, dan kebutuhan peternakan. Bahkan, pencemaran ini bisa sampai ke laut dan ini sangat berbahaya,” Terang Richi.

Jika hal ini belum segera ditindaklanjuti, dirinya memastikan DPRD Boltim akan langsung mendatangi DLH Provinsi.

“Kami akan tunggu secepatnya, jika tidak, DPRD Boltim akang langsung ke Provinsi,” Tegas Richi.

Sementara itu, Ketua DPRD Boltim Fuad Landjar saat diwawancarai mengungkapkan, hasil laboratorium tersebut belum sampai kepadanya.

“Hasil laboratorium ini dilaporkan ke komisi lll dan belum disampaikan kepada pimpinan DPRD, sehingga belum dimintakan untuk RDP. Untuk KUD Nomontang menjadi skala prioritas karena ada laporan kelompok masyarakat, dan dimintakan oleh salah satu anggota DPRD saat paripurna. Untuk persoalan Buyat, kami masih menunggu laporan dari Komisi lll untuk ditindaklanjuti,” Jelas Fuad.

Sementara itu, hingga berita ini dipublis, upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Kepala DLH Provinsi Sulut Marly Gumalag tidak menemui hasil. Pun demikian juga saat dihubungi via WhatsApp.

(RG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here