Pasca Disegel, Pemda Bolmut Siapkan RP1,7 Miliar untuk Pembangunan Gedung Baru SDN 1 Sangkub II

0
172
Pasca Disegel, Pemda Bolmut Siapkan RP1,7 Miliar untuk Pembangunan Gedung Baru SDN 1 Sangkub Dua
Kondisi Siswa dan Siswi SDN I Sangkub II saat Gedung Sekolah Mereka disegel pemilik lahan

BOLMORA.COM, BOLMUT – Sekolah adalah lembaga atau bangunan yang dipakai untuk aktivitas belajar dan mengajar sesuai dengan jenjang pendidikannya (SD, SLTP, SLTA).

Sekolah menyelenggarakan aktivitas belajar dan mengajar dengan menerima murid dan memberikan pelajaran kepada para murid sesuai dengan tingkatan, jurusan, dan lainnya. Dan dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah harus didukung oleh sarana dan prasarana serta berbagai peraturan yang telah dirancang dan ditetapkan oleh pemerintah.

Sesusai dengan Visi Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo “SDM Unggul Indonesia Makmur”, maka wajib hukumnya putra dan putri Indonesia mengenyam bangku pendidikan setinggi-tingginya.

Loading...

Namun kenyataan berbeda serta menyayat hati yang harus dihadapi oleh siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) I Desa Sangkub II, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), dalam momen memperingati Hari Guru yang jatuh pada hari Senin 25 November tahun 2019, Sekolah tempat mereka menimba ilmu di segel oleh oknum yang mengaku sebagai ahli waris.

Diketahui, penyegelan bangunan sekolah SDN I Sangkub II bukan baru kali pertama. Sebelumnya pada tanggal 17 Juli Tahun 2019 hal yang sama dilakukan oleh ahli waris dan secara langsung sangat menganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Penyegelan sekolah dasar ini merupakan buntut dari permasalahan lahan yang tak kunjung usai, mengingat ahli waris inisial HK telah memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Kotamobagu.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmut, Dr. Asripan Nani, yang didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelibang), Abd. Nazarudin Maloho, saat di temui awak media Bolmora.com disela-sela pembahasan APBD tahun 2020 di gedung DPRD Bolmut, Rabu (27/11) mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan kejadian tersebut.

Pemerintah Daerah (Pemda) Bolmut melalui Dinas terkait telah melakukan langkah-langkah persuasif kepada ahli waris, tapi selalu menemui jalan buntu dan tidak menemukan titik terang.

“Selain harga yang tergolong mahal yang diajukan pemilik lahan, pihak ahli waris juga tidak mau memberikan surat keterangan kepemilikan berupa sertifikat sebagai salah satu syarat mendatangkan tim penilai dari Provinsi, karena pemda bolmut tidak bisa serta merta membayar lahan tersebut sesuai harga yang diajukan ahli waris tanpa melibatkan tim penilai.” jelas Sekda.

Untuk sementara waktu, siswa siswi SDN I Sangkub II akan menggunakan gedung SMP agar proses belajar mengajar bisa dilanjutkan dan kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari gedung SDN I tersebut.

“Pemda akan mengkucurkan anggaran sebesar 1,7 milyar untuk pembangunan gedung yang baru dan segala perlengkapan sekolah, mudah-mudahan bisa terealisasi pada awal tahun 2020 atau tepatnya bulan Februari tahun 2020 mendatang.” ucapnya.

Terpisah, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmut, Suit Pontoh, saat dimintai konfirmasi terkait rencana Pemda Bolmut untuk mengalokasikan dana sebesar 1,7 milyar pada APBD Tahun 2020 untuk pembangunan gedung sekolah yang baru, dirinya menanggapi santai.

Menurutnya, Pemda Bolmut melalui TAPD dan Dinas terkait memang telah mengajukan hal tersebut kepada DPRD untuk dibahas.

“Penganggaran 1,7 milyar pada APBD tahun 2020 yang diperuntukan untuk pembangunan gedung sekolah baru sebatas usulan, Pemda harus melengkapi administrasi yang berkaitan dengan lahan tersebut, apa lagi status lahan yang akan di dirikan bangunan sekolah adalah hibah, jadi keluarga dari pemberi hibah tersebut harus di libatkan agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari.” papar Suit.

Lanjutnya, Dirinya menghimbau agar Pemda Bolmut melalui Dinas terkait harus melakukan pendekatan persuasif dan mediasi kembali secara intens kepada ahli waris selaku pemilik lahan pada gedung sekolah saat ini. Karena kabarnya juga Pemda belum maksimal dalam menempuh pendekatan kepada ahli waris.

“Jangan kesannya, kita tidak mampu mencairkan situasi dan mencarikan solusi sehingga dampaknya ada pada anak didik kita saat ini.” tutup Pontoh.

(Awall)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here