Kotamobagu

PMI Berharap Kesadaran Masyarakat untuk Mendonorkan Darah Lebih Meningkat, Berikut Manfaatnya

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Masih kurangnya stok darah yang tersedia di Kantor Unit Pelayanan Tranfusi Darah (UPTD) palang Merah Indonesia (PMI) Bolmong, rupanya menjadi perhatian serius mendorong kesadaran masyarakat untuk dapat mendonorkan darah. Hal itu terungkap pada kegiatan bakti sosial aksi donor darah yang dilaksanakan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Kotamobagu, di Kafe Kopi Korot, jalan Paloko Kinalang, Sabtu (16/11/2019).

Menurut salah satu staf Kantor UPTD PMI Hartono Bin Karno, yang membidangi Urusan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S), kegiatan-kegiatan donor darah yang dilaksanakan saat ini, juga terkadang kurang memenuhi kebutuhan stok darah di UPTD PMI Bolmong.

“Tak bisa dimungkiri, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah masih kurang. Namun alhamdulillah, saat ini banyak perusahaan-perusahaan maupun organisasi yang melaksanakan kegiatan donor darah. Sehingga, stok darah bisa terlayani, terkadang masih kurang,” ungkapnya.

Dia memaparkan keuntungan jika mendonorkan darah. Yang mana, sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sebab, sebelum melakukan donor darah, calon pendonor terlebih dahulu diperiksa tekanan darahnya. Bukan hanya itu, berat badan dan mata, serta contoh darah juga diperiksa terlebih dulu. Upaya itu dilakukan untuk seleksi terhadap empat penyakit menular, yakni Hepatitis B dan C, Sipilis, serta HIV/AIDS.

“Manfaat bagi pendonor, yang pertama sehat. Kedua, seperti kontrol kesehatan. Karena sebelum mendonorkan darah, pendonor akan ditensi dulu tekanan darahnya apakah normal atau tidak. Selain itu, darah yang telah didonorkan diperiksa. Jika ditemukan adanya darah yang kurang meyakinkan untuk diberikan ke pasien, kita akan musnahkan. Selanjutnya, pemilik darah yang mendonorkan darah akan kita beritahu melalui nomor ponsel yang telah didaftarkan dalam formulir, sehingga yang bersangkutan bisa tahu penyakit yang dideritanya,” terang Hartono.    

Dikatakan juga, biasanya kebutuhan darah yang diperlukan oleh satu orang saja mencapai lima sampai sepuluh kantong.

“Maka itulah terkadang stok darah tidak cukup. Sebab, dalam satu bulan saja permintaan darah mencapai 500 sampai 600 kantong. Dalam per hari saja, permintaan darah dari pasien mencapai 20-30 kantong. Apalagi, PMI Bolmong melayani seluruh daerah se-BMR. Bahkan terkadang ada permintaan dari Minsel, dan rumah sakit Siloam,” bebernya.

Untuk diketahui, PMI sebagai pelaksana donor darah mensyaratkan pendonor darah harus memenuhi kriteria sehat jasmani, sedang tidak sakit, tekanan darah normal, berat badan minimal 45 kilogram, dan usia minimal 17 tahun.

(Gun Mondo)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button