Boltim

3 Sungai di Boltim Dinyatakan Tercemar Bakteri Fecal Coliform

BOLMORA, BOLTIM – Hasil pengujian kualitas air sungai yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada triwulan IV tahun 2018, menunjukkan bahwa tiga sungai yakni Sungai Buyat, Sungai Motongkad, dan sungai Nuangan tercemar oleh bakteri fecal coliform.

Bakteri fecal coliform adalah bagian dari kelompok bakteri coliform yang hanya terdapat dalam saluran pencernaan manusia dan hewan, sehingga kehadiran mereka dalam air merupakan indikasi yang kuat bahwa air tersebut telah terkontaminasi oleh tinja manusia atau kotoran hewan.

Contoh bakteri coliform antara lain Escherichia coli, Salmonella spp, Citrobacter, Enterobacter, Klebsiella, dan lain-lain.

Menurut Kepala DLH Boltim Sjukri Tawil, air yang terkontaminasi oleh bakteri fecal coliform tidak layak untuk dikonsumsi karena mengandung bibit penyakit yang dapat menyebabkan diare, disentri, typhus, dan cholera.

“Jumlah bakteri fecal coliform yang terdapat di ketiga sungai tersebut jauh di atas baku mutu air yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air,” ujarnya.

“Yang menjadi perhatian kami adalah kondisi sungai Nuangan, karena digunakan sebagai sumber air baku PDAM. Konsentrasi bakteri fecal coliform di hulu sungai saja sudah mencapai 3300 jml/100 ml. Padahal, ambang batasnya hanya 100 jml/100 ml agar aman digunakan sebagai air baku air minum,” jelas Sjukri, melalui rilis, Jumat (16/11/2018).

Menyikapi kondisi tersebut, DLH Boltim mengimbau kepada PDAM Nuangan agar melakukan juga pengolahan bakteriologis, guna membunuh atau memusnahkan bakteri-bakteri yang terkandung dalam air minum, sebelum air minum tersebut didistribusikan kepada pelanggan.

“Selain itu, merebus air hingga mendidih merupakan cara yang mudah dilakukan untuk mendapatkan air minum bebas dari kuman jamur, protozoa, spora, virus dan bakteri. Yang mana, lama waktu yang baik mendidihkan air adalah selama 5 sampai 20 menit agar semua bakteri/kuman yang hidup di dalam air yang akan kita minum dapat mati, sehingga air minum yang akan kita konsumsi aman dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan pada diri kita,” pungkas Sjukri.

Berikut Cara Pengambilan Sampel Air Sungai

(Tim Redaksi)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button