Kotamobagu

Wali Kota Hadiri Kegiatan Ini untuk Menunjang Kota Kotamobagu Menuju Kota Agropolitan di Indonesia

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah ( BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengundang empat daerah, masing-masing Kota Kotamobagu Sulawesi Utara (Sulut), Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel), Prabumulih Sumatera Selatan (Sumsel), dan Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), untuk penyusunan master plan dan development plan serta penyusunan aksi implementasi new urban.

Berdasarkan informasi yang didapat BOLMORA.COM, dalam pertemuan tersebut, rencananya Kota Kotamobagu diarahkan sebagai kota agropolitan yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Provinsi yang mendukung pertumbuhan produksi pertanian wilayah Provinsi Sulut. Sementara, Lubuklinggau diarahkan untuk menjadi Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) yang berorientasi sebagai pemerataan pembangunan di wilayah Sumatera bagian selatan, Prabumulih sebagai PKW untuk mendukung sebagai pusat koleksi dan distribusi sektor produksi wilayah perkebunan dan pertambangan, sedangkan Tasikmalaya diarahkan sebagai pusat perdagangan, jasa, dan industri kreatif termaju di Provinsi Jabar.

“Kami sangat berteri makasi, karena Kota Kotamobagu menjadi salah satu kota dari empat kota di Indonesia yang masuk dalam penyusunan masterplan dan development plan kota baru,” ungkap Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, di hadapan tim Kementerian PUPR dan para undangan lainnya, yang hadir di Hotel Santika Premiere Bintaro Jl. Prof. Dr. Satrio Blok B7/A3-01, CBD Bintaro Jaya, Pondok Jaya, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (1/11/2018) sore tadi.

Dalam pemaparannya, wali kota mengajukan beberapa usulan terkait pembangunan infrastruktur di Kota Kotamobagu agar dapat dimasukkan dalam masterplan tersebut.

“Untuk menunjang Kota Kotamobagu menjadi kota agropolitan, kami mengusulkan agar pembangunan jalan ring road, pembangunan universitas, pembangunan jalan penghubung ke bandara dan pelabuhan, pembangunan kantor wali kota serta beberapa usulan lainnya untuk dimasukkan dalam master plan,” papar Tatong.

Pun demikian dengan Kepala Badan Perencanaan Pembagunan Penelitian  dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Kotamobagu Sofian Mokoginta. Dirinya memaparkan potensi Kota Kotamobagu yang dilihat dari segi agropolitan dan gambaran umum Kota Kotamobagu.

“Kota Kotamobagu memiliki banyak potensi pertanian. cContohnya kopi dan masih banyak lagi potensi lainnya. Semua usulan ini untuk menunjang kota agropolitan,” ujarnya, ketika dihubungi lewat pesan WhatsApp.

Menurutnya atas usulan wali kota tersebut, BPIW dan tenaga ahli sangat merespon, serta semua usulan akan dimasukkan dalam master plan.

“Atas saran dan usulan ibu wali kota, pelaksanakan Fokus Grup Discussion (FGD) penyusunan master plan tersebut akan dilangsungkan di Kota Kotamobagu, sehingga lebih fokus dan bisa melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis,” terang Sofian.

(me2t)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button