Oknum Pejabat Pemkot Bersikap Arogan kepada Wartawan, Harry: Dia Memaki Saya Sebanyak Empat Kali
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Sikap tak terpuji ditunjukkan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Kotamobagu, adalah Ham Rumoroi.
Oknum Kabag Ekonomi Pemkot Kotamobagu ini memarahi seorang wartawan biro Kotyamobagu dengan kata-kata tidak sopan. Pemicunya, hanya karena salah satu media cetak (Radar Bolmong) memuat berita dugaan permainan raskin di salah satu desa di Kecamatan Kotamobagu Selatan.
Harry Triatmojo, salah satu wartawan biro Kotamobagu disemprot habis-habisan di depan para ASN dan sejumlah pewarta lainnya di Kantor DPRD Kota Kotamobagu, Kamis (24/11/2016).
Spontan hal ini pun membuat sedikit kegaduhan sesaat sebelum pelaksanaan rapat paripurna pembicaraan tingkat I penyampaian nota keuangan APBD tahun anggaran 2017, dan pembicaraan tingkat II penetapan Ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor: 13 Tahun 2012 tentang retribusi pelayanan pasar, dan Ranperda tentang retribusi penjualan produksi usaha daerah, Balai Benih Ikan (BBI).
Sebelum kejadian di DPRD, Harry mengakui bahwa Ham sudah memakinya sebanyak empat kali melalui telepon seluler.
“Dia memaki saya sebanyak empat kali. Katanya, ‘L..I ngana, di mana ngana?’,” ungkap Harry, menirukan perkataan Ham.
Sesampainya di Kantor DPRD, Harry ingin menjelaskan soal keluhan warga dalam berita raskin tersebut.
“Bagini pak, kita mojelaskan..,” kata Harry.
Tapi belum sempat menjelaskan, oknum pejabat arogan ini lagi-lagi berteriak
“L..I betul ngana, mojelaskan bagimana kalau so ditulis. Kalau ingin rasa ini (sambil mengepal tangan) kita sorasa semua kwa..,” ucap Ham sambil berlalu.
Menanggapi aksi oknum pejabat ini, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kotamobagu Gunady Mondo, sangat menyayangkan sikap ASN Kotamobagu yang menanggapi pemberitaan dengan emosi.
“Ini sikap intoleran terhadap tugas jurnalistik. Tidak sewajarnya seorang pejabat bersikap seperti itu. Apalagi dia seorang pimpinan di salah satu instansi pemerintahan. Kejadian seperti ini akibat tidak pahamnya seorang aparatur pemerintahan. Padahal media merupakan pilar yang tak bisa ditinggalkan dalam proses pembangunan yang sedang berjalan,” ujarnya.
Gun sapaanya, sangat berharap wali kota dapat menegur oknum pejabat tersebut, karena dapat merusak citra pemerintah. Terlebih yang bersangkutan mengeluarkan kata-kata kasar hingga memaki wartawan di depan pejabat lainnya.
“Mental pejabat arogan seperti ini tidak baik untuk dipertahankan. Sebab jika selalu megintimidasi tugas-tugas wartawan, itu berarti bukan pejabat namanya. Ia tidak layak duduk di situ. Sekarang sudah era keterbukaan, semua boleh mengetahui program apa yang dilakukan oleh pemerintah, baik itu di tingkat kabupaten/kota, kecamatan sampai RT sekalipun. Saya berharap wali kota dapat mengevaluasi pejabat bermental preman seperti itu. Jangan sampai menjadi duri dalam daging di lingkup Pemkot Kotamobagu,” kecamnya.
Seharusnya, lanjut Gun, semua pihak bisa saling menghormati profesi masing-masing. Sebab, sikap saling menghormati itu sangat penting,. Wartawan mencari informasi untuk diberitakan ke publik dan tujuannya ingin mencerdaskan masyarakat.
“Memang tak jarang ada berita kritikan. Namun, itu adalah kritik membangun dan sekedar mengingatkan agar seorang pejabat tidak melenceng jauh dari aturan. Harusnya, jika ada pemberitaan yang tidak sesuai maka mintalah hak jawab, jangan memaki bahkan sampai memanggil wartawan untuk berkelahi. Ini sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat. Kalau tidak mau dikritik, baiknya jangan jadi pejabat. Perlu diingatkan, aggak ada lagi informasi publik yang harus ditutup-tutupi. Sudah nggak zaman lagi,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala BKDD Kota Kotamobagu Adnan Massinae, mengaku akan memanggil oknum ASN tersebut untuk dimintai klarifikasi.
“Esok saya akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,” kata Adnan, kemarin.
Hal yang sama dikatakan Sekretaris Kota (Sekkot) Tahlis Gallang. Kepada sejumlah wartawan, Tahlis mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut.
“Saya belum tahu duduk masalahnya. Esok saya akan panggil mereka berdua untuk dimintai keterangan,” jelas Tahlis.(me2t)



