Bolmong

BPBD Bolmong Bentuk Tim Destana

BOLMORA, BOLMONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terus melakukan upaya untuk kewaspadaan terhadap terjadinya bencana alam, dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) guna mengantisipasi dan penanggulangan bencana.

Rakor sekaligus sosialisasi dengan tema ‘Desa Tangguh Bencana’ (Destana), yang digelar di gedung balai BP4K Lolak, Kamis (17/11/2016) tersebut, melibatkan sejumlah tokoh masyarakat serta pemuda Desa Lolanan dan Bolangat, Kecamatan Sangtombolang.

Dikatakan Kepala BPBD Bolmong Channy Wayong, kegiatan itu bertujuan untuk pembentukkan fasilitasi dan pengembangan ketangguhan masyarakat.

“Rakor dan sosialisasi ini perlu dilakukan agar masyarakat siap dalam menghadapi situasi gawat darurat, karena dua desa tersebut termasuk daerah rawan bencana,” ujarnya.

Kabupaten Bolmong termasuk daerah rawan bencana alam. Sebab, dari pandangan aspek geografis, klimatologis, dan demografis, Bolmong mempunyai dinamika geologis yang dinamis. Kondisi inilah yang dapat menimbulkan terjadinya potensi bencana alam.

“Daerah kita adalah daerah yang kaya dengan cadangan mineral, karena itulah potensi bencana  gempa, ataupun longsor bisa saja terjadi secara tiba-tiba, bahkan memungkinkan terjadinya tsunami,” jelas Channy.

Meski demikian dia berharap hal-hal tersebut tidak terjadi. Namun katanya, bencana alam di luar kendali manusia, dan bisa terjadi kapan saja. Apalagi dimusim penghujan seperti sekarang ini.

“Sehingga itu, BPBD selaku instansi yang bertanggung jawab dibidang penanggulangan bencana, perlu melakukan penataan dan perencanaan yang matang, terarah secara sistematis dan terencana. Nah, di sini koordinasi tim dan sosialisasi dalam menghadapi penanggulangan bencana sangat penting dilakukan,” paparnya.(wandy)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button