Bolsel

Pelayanan BPJS di Bolsel Dikeluhkan

Banyak Warga Tak Paham Menngunakan Kartu Kesehatan

BOLMORA, BOLSEL – Belum maksimalnya pelayanan yang dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), menuai keluhan masyarakat. Sebagian masyarakat Bolsel mengeluh soal prosedur yang diterapkan pihak BPJS, yang seolah mempersulit pengurusan klaim biaya berobat.

“Pelayanan yang diberikan belum maksimal, sebagaimana yang diharapkan masyarakat selama ini,” ujar salah satu warga, saat bersua dengan awak media ini, Senin (7/11/2016).

Bupati Bolsel Herson Mayulu mengatakan, untuk prosedur BPJS memang cukup ribet. Ditambah lagi sosialisasi ke masyarakat sangat minim, sehingga banyak masyarakat pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) belum paham terkait prosedur penggunaannya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Kita saja orang yang punya pendidikan sulit memahami prosedurnya, apalagi masyarakat biasa yang pendidikannya kurang memadai,” cetus Mayulu, belum lama ini.

Selain prosedur yang sulit dipahami warga, bupati juga menyinggung soal data pemegang BPJS atau KIS Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Menurutnya, banyak yang keliru tentang jaminan-jaminan kesehatan tersebut. Padahal, nyata-nyatanya KIS, JKN maupun Jamkesda yang ditanggung oleh pemerintah hanya orang miskin atau tidak mampu. Sementara, fakta di lapangan masih ada yang tidak sesuai.

“Yang ditanggung oleh pemerintah itu hanya masyarakat yang tidak mampu. Kalau yang mampu dan sudah terdaftar silahkan disetor sendiri. Saya lihat data, ada beberapa masyarakat pemegang KIS ditanggung pemerintah kategori mampu. Saya minta ini didata kembali,” tegas om Oku sapaan akrab bupati.

Bupati menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan, seluruh camat dan kepala desa (Sangadi) untuk turun lapangan mengkroscek kembali kesesuaian pemegang KIS yang dibiayai oleh pemerintah.

“Segera melakukan perbaikan data. Apalagi setiap tahun mestinya ada pengurangan jumlah penduduk miskin,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai keberadaan petugas BPJS di Bolsel, dari informasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolsel bahwa sudah ada petugas yang ditempatkan, namun belum menetap sebagaimana yang diharapkan.

“Petugas BPJS di Bolsel hanya dua kali seminggu berada di sini,” tutup salah satu staf RSUD yang tugasnya berkaitan dengan BPJS.(mg4)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button