Kotamobagu

Anggota Linmas Diberi Pelatihan Cara Penanggulangan Bencana

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Salah satu upaya yang saat ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, dalam rangka mewujudkan manajemen bencana, yaitu dengan melakukan Mitigasi atau serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana, termasuk bagi para anggota satuan perlindungan masyarakat (Linmas) yang ada di daerah ini. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tatong Bara, saat membuka secara resmi kegiatan pelatihan bagi para anggota Linmas, dalam rangka penanggulangan bencana yang dilaksanakan di Lapangan Boki Hotinimbang Kotamobagu, Jumat (4/11/2016).

“Bencana alam tidak bisa dicegah maupun dilawan, makanya kita harus  merencanakan serta menyiapkan langkah antisipatif yang tepat ketika terjadi bencana alam. Sehingga nantinya, kita dapat meminimalisir korban jiwa dan harta atau dengan kata lain kita harus memiliki Mitigasi dan manajemen bencana yang baik,” imbuh Tatong.

Ia berharap, melalui pelatihan yang dilaksanakan tersebut akan dapat meningkatkan kemampuan para anggota Linmas dalam melaksanaan tugas dibidang kemanusiaan dan sosial masyarakat.

“Lain daripada itu, kesiap-siagaan untuk membantu dalam memberikan pertolongan dan bantuan, jika nantinya terjadi bencana,” ujar Tatong.

Pelatihan bagi para anggota Linmas yang digagas Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kotamobagu ini, sangat sejalan dengan amanah Permendagri Nomor 84 Tahun 2014 tentang perlindungan kepada masyarakat. Yang mana, anggota satuan Linmas dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana, guna meminimalisir akibat dari bencana, serta ikut memelihara keamanan ketentraman dan ketertiban masyarakat.(hms/me2t)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button