LPEI dan MES Tandatangani Nota Kesepahaman Terkait Pengembangan ekspor Produk Halal

0
LPEI dan MES Tandatangani Nota Kesepahaman Terkait Pengembangan ekspor Produk Halal
Kegiatan 9th Indonesia Islamic Economic Forum sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman antara LPEI dengan MES, terkait pengembangan ekspor produk halal Indonesia dan Industri Keuangan Syariah
Advertisement


BOLMORA.COM
,
JAKARTA
Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang terbuka luas terhadap kontribusi ekspor produk halal.

Berdasrkan data dari State of Global Islamic Economy Report 2022, menunjukan bahwa nilai ekspor produk makanan halal Indonesia hingga April 2022 masih sebesar Rp119 triliun. Sementara impor dari negara OKI (Organisasi Kerja sama Islam) mencapai Rp1.630 triliun. Kemudian untuk produk modest fashion, nilai ekspor nasional hanya mencapai Rp6 triliun, dan impor dari negara OKI sebesar Rp268 triliun. 

Pun untuk produk farmasi juga tak kalah besar. Di mana, nilai impor negara OKI mencapai Rp390 triliun, sedangkan ekspor Indonesia senilai Rp1,3 triliun. Terakhir adalah produk kosmetik halal. Nilai ekspor Indonesia mencapai Rp7 triliun, dan impor dari negara OKI mencapai Rp123 triliun.

“Terdapat gap yang besar antara nilai ekspor produk halal nasional dengan nilai impor produk halal negara-negara OKI ke dalam negeri,” ujar Direktur Pelaksana Bidang Pengembangan Bisnis Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Maqin Q. Norhadi, dalam paparannya pada kegiatan 9th Indonesia Islamic Economic Forum, dengan tema “Strategi Penguatan Ekosistem Halal Global dalam Upaya Mendukung Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia”.

Diskusi yang merupakan rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2022 ini berlangsung mulai tanggal 5-9 Oktober 2022, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Adapun tema yang diangkat adalah “Recover Together Recover Stronger: Optimizing Sharia Economy dan Finance for Inclusive Recovery”.

Selain partisipasi dalam seminar tersebut, LPEI juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), terkait pengembangan ekspor produk halal Indonesia dan Industri Keuangan Syariah.

Melalui kerja sama ini, LPEI dan MES akan bersama-sama mengembangkan industri ekonomi syariah Indonesia melalui berbagai program yang akan difasilitasi oleh pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi.

ISEF sendiri merupakan gelaran yang dibuat oleh Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan seluruh pemegang kepentingan terkait dengan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Dalam rangkaian kegiatan ISEF juga digelar Silaturahim Kerja Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah (Silaknas) 2022, yang merupakan forum silaturahim pengurus dalam evaluasi program kerja, dan penyusunan rencana kerja tahunan.

Kembali soal dukungan terhadap ekspor produk halal, Maqin menjelaskan, LPEI melalui divisi bisnis syariah berkomitmen memberikan kontribusi terbaik dalam meningkatkan porsi nilai ekspor produk halal Indonesia.

Pun dengan beragam layanan finansial dan non finansial, LPEI akan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada pelaku UKM calon eksportir produk halal serta membantu perluasan akses pasar bagi UKM berorientasi ekspor halal.

“Ini juga sebagai dukungan LPEI untuk Masyarakat Ekonomi Syariah yang selama 22 tahun terus konsisten membangun sinergi dan kemitraan di antara perorangan dan lembaga. Agar terlibat aktif mendorong perkembangan aktivitas ekonomi syariah nasional,” pungkas Maqin.

(*/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here