Yasti Minta MAKN Sediakan Guru Bahasa Cina

0
488
Yasti Minta MAKN Sediakan Guru Bahasa Cina
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, saat menghadiri peletakkan batu lanjutan pembangunan gedung asrama terpadu, workshop dan teori di MAKN Bolmong, Rabu (14/10/2020)

BOLMORA.COM, BOLMONG – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow, meminta Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) agar menyediakan guru bahasa Cina.

“Saya minta disediakan guru bahasa Cina untuk menyambut kawasan industri mongondow (Kimong),” ucap Yasti, saat memberi sambutan pada peletakkan batu lanjutan pembangunan gedung asrama terpadu, workshop dan teori di MAKN Bolmong, Rabu (14/10/2020).

Sebut Yasti, pihaknya sudah melakukan MoU dengan pemerintah Indonesia dan pemerintah Cina untuk pembangunan Kimong. Nilai investasinya mencapai 150 Triliun, menurut kurs dolar saat ini.

“Kimong akan membutuhkan anak-anak dengan kecakapan khusus,” ujarnya.

Dikatakan Yasti, Kimong nantinya tak hanya dimasuki investor Cina, tapi juga Jepang dan Korea.

“Industri yang dibangun adalah dari hulu dan hilir. Jadi, ini tantangan bagi kita,” kata dia. 

Pada kesempatan itu, Yasti mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulut Anwar Abubakar. 

Ia memuji kurikulum MAKN yang mencantumkan pendidikan agama dan budi pekerti di samping sains. 

“Ini sekolah kejuruan yang sangat baik untuk putra putri Bolmong,” sebutnya. 

Dirinya menjanjikan dukungan penuh Pemkab Bolmong terhadap MAKN. Yasti mengungkapkan harapannya agar STAIN dapat didirikan di Bolmong. Dia juga janji menyediakan lahannya.

Sementara, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulut Anwar Abubakar, dalam sambutannya mengapresiasi Pemkab Bolmong yang sudah menghibahkan lahan untuk pembangunan MAKN. 

“Terima kasih kepada ibu Yasti dan jajaran Pemkab Bolmong,” ucapnya.

Sebagai sekolah khusus yang hanya ada dua di Indonesia, ia berharap MAKN dapat berprestasi di tingkat nasional. Dirinya secara khusus berpesan agar MAKN meningkatkan kemampuan berbahasa asing.

“Perkuat penguasaan bahasa Indonesia, Arab dan Inggris,” imbuh Anwar.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here