Talumepa Serahkan Bantuan Stimulan Day PKH Secara Simbolis
BOLMORA.COM, BOLTIM – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Christiano Talumepa, menyerahkan bantuan stimulan beras Program Keluarga Harapan (PKH) secara simbolis kepada kelompok sasaran se-Kecamatan Tutuyan. Penyerahan bantuan tersebut bertempat di Kantor Kecamatan Tutuyan, Sabtu (3/10/2020).
Dalam sambutanya, Talumepa menyampaikan bahwa bantuan beras ini merupakan program stimulan atau tambahan yang diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM).
“Tentunya program ini sangat baik untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga penerima. Apa terlebih di tengah suasana pandemi Covid-19 sekarang ini, yang sangat memukul ekonomi masyarakat, karena banyak sektor usaha yang terhenti,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan itu dapat terlaksana karena kerja keras dari teman-teman pendamping PKH yang senantiasa melakukan pendampingan di dalam menginventarisir dan mengidentifikasi keluarga-keluarga yang masuk pada kategori, sesuai dengan berbagai kriteria yang telah ditetapkan.
Lanjut dia, tujuan dari PKH ini antara lain, membantu masyarakay agar ekonominya dapat membaik. Yang mana, di tujuh kecamatan di Kabupaten Boltim yang menjadi penerima manfaat sebanyak 2.711 orang atau keluarga. Untuk saat ini, sebagai perwakilan akan diserahkan secara simbolis kepada 25 keluarga, dan setelah ini tim akan menyerahkan di kecamatan lain sesuai dengan nama yang telah terverifikasi.
“Mudah-mudahan kedepan program ini akan tetap berlanjut di tengah masih adanya wabah atau covid 19 ini, sehingga dapat membantu keluarga yang terdampak. Sebagai Pjs bupati adapun tugas saya yang paling penting disini adalah bagaimana memfasilitasi terselenggaranya pilkada yang aman, damai dan sukses,” terang Talumepa.
Ditambahkannya lagi,”Tentu saya juga ingin menghimbau pada saat suasana covid sementara kita melaksanakan program agenda nasional kegiatan pilkada, maka bapak ibu agar turut serta sebagai agen untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19, oleh karena itu pemerintah selalu menghimbau untuk selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan karena di Boltim ini sudah ada kasus sesuai dengan laporan kepala dinas kesehatan kepada saya bahwa sudah ada 2 orang yang positif corona yakni di kecamatan Mooat dan saya memerintahkan untuk melakukan tracing pada orang orang yang sudah kontak erat resiko tinggi,” kata dia.
Karena covid ini tidak terlihat dan tidak memandang bulu, mau papa, anak, Menteri, Bupati atau siapapun kalau tidak mematuhi apa yang telah di atur dalam protokol penanggulangan covid, maka tentu akan menjadi korban.
“Nah ini yang harus di hindari, oleh sebab itu mari kita senantiasa patuhi apa yang sudah menjadi ketentuan dan kepada seluruh pendamping PKH, agar di dalam penyaluran tetap mematuhi protokol penangan covid, tidak menganggap remeh agar tidak terjadi penularan,” katanya
“Kemudian kedepan mudah mudahan penerima manfaat PKH ini semakin berkurang, artinya ketika masyarakat penerima berkurang berarti tingkat ekonomi membaik atau sudah keluar dari zona yang di sebut miskin,”imbuhnya.
Turut hadir dalam acara penyaluran tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Dinas Sosial Boltim Slamet Umbola, Camat Tutuyan Kali Mokodompit, Sangadi se-Kecamatan Tutuyan, dari unsur Dinsos dan pendamping PKH, Provinsi, Kabupaten dan masyarakat penerima manfaat.
(Ayax Vay)



