Nasib Honorer K2 Merupakan Isu Nasional, Saiful: Bencana Daerah Jika Kita Tidak Memperhatikan Nasib Mereka
BOLMORA, BOLMUT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) bersama Pemerintah Daerah (Pemda), mengunjungi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN- RB) di Jakarta, Kamis (4/10/2018).
Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPRD Bolmut Saiful Ambarak, dan rombongan diterima oleh KemenPAN-RB yang membidangi pengaduan honorer kategori dua (K2).
Dalam pertemuan dengan KemenPAN-RB, Saiful mempertanyakan kejelasan serta nasib sisa honorer K2, yang hingga saat ini belum diangkat oleh pemerintah. Padahal mereka telah lama mengabdi, bahkan saat ini telah dibatasi oleh aturan terkait pengangkatan honorer K2.
“Semangat saya dan teman-teman DPRD sebagai lembaga perwakilan masyarakat Bolmut bersama Pemda mengunjungi kantor KemenPAN-RB, untuk mempertanyakan kejelasan tenaga honorer K2. Di mana, pada pelaksanaan tes honorer K2 yang telah diangkat menjadi PNS 2013 lalu, pemerintah telah berjanji akan menyelesaikan sisa tenaga honorer K2 tersebut, untuk diangkat menjadi PNS,” terang Saiful.
Ami Ipun, sapaan akrabnya menjelaskan, pengangkatan yang sudah lama ditunggu oleh para tenaga honorer K2 untuk diangkat menjadi CPNS ini, tiba-tiba pada pengangkatan tahun 2018, formasi yang dibuka khusus untuk K2 hanya akan menerima tiga orang saja. Olehnya, kunjungan tersebut untuk meminta pemerintah pusat, dalam hal ini KemenPAN-RB agar mencari solusi dengan kebijakan-kebijakan, terkait nasib sisa tenaga honorer K2 di Bolmut.
“Ini sudah menjadi isu nasional, karena semua daerah di Indonesia menyuarakan hal yang sama, yakni perihal masa depan honorer K2. Jika tidak ditindak lanjuti oleh pemerintah pusat, apa yang sudah menjadi tuntutan dan keluhan kami, maka saya khawatir akan menjadi bencana bagi daerah. Sebab, bukan hanya gempa dan tsunami yang dikatakan bencana,” papar politisi senior Partai Golkar Bolmut ini.
Terpisah, Perwakilan K2 Bolmut Abdul Rauf Datukramat, yang juga hadir pada pertemuan tersebut, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua dan Anggota DPRD yang telah menindak lanjuti keluhan sisa tenaga honorer K2 Bolmut.
“Tentunya harus diapresiasi, karena DPRD benar-benar berupaya memperjuangkan nasib kami tenaga honores K2,” katanya.
Ssementara, pihak KemenPAN-RB yang diwakili oleh bidang pengaduan honorer K2 mengungkapkan, keluhan dari berbagai kabupaten dan kota dihampir seluruh provinsi ini nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan.
“Karena kebijakan pemerintah saat ini telah diatur dengan undang-undang ASN Nomor 5 tahun 2014. Makanya, semua keluhan kami terima dan akan dilaporkan ke pimpinan tertinggi,” ucapnya.
(awal)



