Hadiri Seminar Nasional, Yasti Sempatkan Lobi Anggaran untuk Infrastruktur
BOLMORA, BOLMONG – Rabu (18/10/2017) siang tadi, Bupati Kabupaten Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, menghadiri Seminar Nasional dengan tema “Refleksi Dinamika Desentralisasi Fiskal dalam Kerangka Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah”, pada peringatan hari OEANG RI ke-71, yang digelar di Gedung Danapala Kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), Jakarta.
Seminar yang dibuka oleh Wakil Menteri Keungan RI Mardiasmo, bertujuan untuk mereviu pelaksanaan desentralisasi fiskal dan mensinergikan pemikiran dari berbagai pemangku kepentingan guna memperbaiki desain kebijakan desentralisasi fiskal ke depan, untuk lebih meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah dan UU Nomor 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.
Yang mana diketahui, sejak tahun 2001 Indonesia telah memulai babak baru dalam penyelenggaraan tata hubungan kewenangan dan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Berdasarkan undang-undang tersebut, sebagian kewenangan pemerintahan telah diserahkan dari pusat kepada daerah yang disertai dengan pemberiaan sumber-sumber pendanaan (money follows function).
Adapun seminar yang dihadiri oleh seluruh bupati/wali kota s-Indonesia itu, menghadirkan para narasumber di antaranya, Dirjen Perimbangan Keuangan Boediarso Teguh Widodo, Blane Lewis dari World Bank.
Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, saat dihubungi mengatakan, pelaksanaan seminar nasional ini lebih pada refleksi dinamika desentralisasi fiskal dalam kerangka hubungan antara keuangan pemerintah pusat dan daerah. Sebab, selama hampir 17 tahun pelaksanaan desentralisasi fiskal masih banyak dinamika perubahan yang terjadi.
“Saat ini, beberapa instrumen kebijakan telah berkembang dan mengalami transformasi, sementara kualitas layanan publik dan indikator sosial ekonomi masyarakat juga mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Namun sejalan dengan itu, masih terdapat berbagai permasalahan dan tantangan yang perlu menjadi perhatian bagi seluruh pemangku kepentingan. Olehnya, pelaksanaan seminar ini untuk melihat prediksi tentang keuangan daerah ke depan, fiskal seperti apa, termasuk penguatan pendapatan daerah,” ujar Yasti.
Di sisi lain, kehadirannya pada kegiatan tersebut, juga sekaligus untuk melakukan lobi anggaran menyangkut infrastruktur.
“Di bolmong masih banyak infrastruktur yang harus dibenahi. Nah, kegiatan ini merupakan momen untuk saya melakukan lobi-lobi anggaran khususnya pembangunan infrastruktur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang,” pungkasnya.(gnm)



