Video: Ragam Gaya Kebingungan Warga Saat Ditegur di Traffic Light
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu traffic light, tepatnya di simpang empat Kelurahan Mogolaing mulai difungsikan.
Pun dari ruang komen center Dinas Komunikasi dan Informasi Kominfo Kota Kotamobagu, petugas atau operator sudah bisa memantau secara langsung aktivitas lalu lintas yang sedang berlangsung sepanjang hari. Mulai dari pelanggaran kelengkapan kendaraan sampai pada pelanggaran tertib berlalu lintas.
Dari hasil amatan secara langsung awak media BOLMORA.COM di lokasi, masih terdapat banyak pelanggaran lalu lintas yang terjadi. Tercatat pelanggaran terbanyak adalah pengguna roda dua yang tidak mengunakan helm. Disusul kurangnya kesadaran mentaati peringatan traffic light. Ini terbukti masih banyak kendaraan yang menerobos ketika lampu merah masih menyala, terutama kendaraan roda dua.
Ragam pemandangan unik pun yang terjadi. Semisal terjadi pelanggaran pengendara roda dua yang tidak meggunakan helm, dengan spontan pemberitahuan terdengar lansung dari pengeras suara. Pengendara yang masih belum tahu akan adanya CCTV ini pun langsung sibuk mencari asal suara tersebut, apalagi saat pengendara bersangkutan jadi sasaran pemberitahuan. Dikiranya dia sedang diawasi petugas dari jarak dekat. Adapula pengendara yang patuh sambil senyum-senyum menurut, disuruh berbalik pulang ke rumah mengambil helm. Ada juga yang merasa masa bodoh, seperti manusia tuli yang tak mengindahkan imbauan petugas, padahal demi keselamatan dirinya sendiri.
Ragam tanggapan dari masyarakatpun muncul. Seperti penerapan CCTV yang menurut para pengendara harus disosialisasikan terlebih dahulu.
“Harusnya, penerapan aturan pelanggaran melalui hasil pantauan CCTV, sebelum diberlakukan hendaknya disosialisasikan dulu, kasih kesempatan kepada masyarakat agar tidak bingung. Jadi, ketika masyarakat yang akan ditindak karena pelanggaran bentuknya seperti apa, mereka sudah tau. Sebab, ini adalah hal baru yang diterapkan,” aku pengendara roda dua Bojes Jo, saat dimintai tanggapan oleh awak media, Rabu (18/10/2017).
Lain pula komentar Gun, pengusaha keramik yang beralamat di jalan Amal, Kelurahan Mogolaing.
Ia mengatakan, ini adalah bukti bahwa Kota Kotamobagu, sedikit demi sedikit semakin berkembang dan maju. Pemantauan secara langsung, dengan menggunakan CCTV di tempat keramaian kendaraan akan lebih menghemat waktu dan energi, terutama bagi petugas yang tidak perlu lagi berdiri seharian di lokasi tersebut.
“Yang jelas, belum banyak daerah di Indonesia yang menggunakan teknologi seperti ini. CCTV ini mengajarkan masyarakat untuk lebih menyadari akan etika berkendara dengan baik dan benar. Hanya saja operator di ruang kendali masih perlu untuk dilatih. Seperti cara-cara penyampaian informasi yang lebih santun dan enak didengar,” imbuh Gun.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kominfo Kota Kotamobagu Ahmad Yani Umar mengatakan, pemantauan pelanggran lalu lintas melalui CCTV baru tahap uji coba.
“Nantinya ke depan akan diberlakukan e-Tilang bagi pengendara yang melanggar. Itu akan diberlakukan mulai tahun depan. Untuk saat ini masih dalam tahap percobaan, sambil menunggu ada penandatanganan MoU antara Pemkot Kotamoagu bekerja sama dengan pihak kepolisianm,” ungkap Yani.(hen/me2t)
Berikut Video Ragam Gaya Kebingungan Pengendara:



