Pemkab Bolmong Gelar Musrenbang RPJMD Tahun 2017-2022
BOLMOA, BOLMONG– Guna menyerap masukkan dan saran dari seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Bolmong, sebagai bahan penyempurnaan rancangan akhir Rencana Pembangunan Jangka Nenengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2022, maka Kamis (5/10/2017), bertempat di lantai II kantor bupati, Pemkab Bolmong menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Tahun 2017-2022.
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, yang memimpin langsung Musrenbang tersebut, menyambut baik dan memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bolmong atas pelaksanaan kegiatan yang sangat penting dan strategis itu.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendapat masukkan dan saran dari seluruh pemangku kepentingan di daerah ini, serta sebagai bahan penyempurnaan rancangan akhir RPJMD Bolmong tahun 2018-2022,” ujar Yasti.
Menurutnya, berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, menyebutkan bahwa RPJMD memuat arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum dan program perangkat daerah, serta lintas perangkat daerah dan kewilayahan disertai dengan rencana kerja dalam kerangka regulasifan pencanangan yang bersifat indikatif, serta sesuai urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam penyelesaian visi dan misi, serta program pembangunan daerah merupakan salah satu perwujudan dari pendekatan perencanaan partisipatif, dalam menentukan arah dan skala prioritas pembangunan daerah. Mengingat bahwa, RPJMD yang nantinya akan ditetapkan dengan Perda, merupakan pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan pembangunan, guna menuju masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur,” urai Yasti.
Dikatakan, melalui forum Musrenbang RPJMD, diharapkan dapat menghasilkan suatu rumusan kesepakatan, dalam perencanaan berbagai program pembangunan yang sifatnya strategis dan bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat.
“Sehingga program yang direncanakan dapat berdayaguna dan berhasil. Tentunya, semua ini dapat terwujud dengan baik melalui koordinasi lintas sektoral. Bukan hanya pada tahapan penyusunan perencanaan, tetapi harus sampai pada pelaksanaan dan pengawasan berbagai pembangunan di daerah, serta menjadikan Bolmong yang kita cintai ini ke arah yang lebih baik lagi,” pungkasnya.(mg2/gnm)



