Kotamobagu

SDN 2 Kotamobagu Jadi Puast Penilaian Adiwiyata

Toilet Pun Tak Luput Dari Pemeriksaan

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Tim Penilai Adiwiyata Pusat Kementrian Lingkungan Hidup, Jumat (28/10/2016) siang tadi, menyambangi SDN 2 Kotamobagu.

Pantauan awak media ini, tim yang digawangi langsung oleh Aulia Wijiasih ini, terlihat mondar mandir di dalam kelas, di halaman sekolah, bahkan sampai toilet sekolah SDN 2 Kotamobagu ini pun tidak luput dari pemeriksaan.

“Sebenarnya kita ingin mengajak masyarakat bukan untuk mencari penghargaan atau untuk mendapatkan piala, tapi bagaimana mulai dari dini. Dan harusnya dari pihak sekolah untuk mengarahkan anak-anak peduli dengan lingkungannya, dan kenal dengan Indonesia,” kata Wijiasih, yang juga merupakan Satgas penjaminan mutu pendidikan di Kemendikbud.

Ditambahkannya, harusnya sejak dini kenal dengan lingkungan asli Indonesia, Sulut, bahkan Kota Kotamobagu.

“Jadi ketika ditanyakan ke anak-anak, mereka langsung antusias menjawabnya. Harapannya agar mereka kenal dengan alamnya, potensinya dan kenal permasalahan alamnya,” ujarnya.

Dikatakan, dengan begitu mereka akan bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya, bukan karena untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata semata.

“Dengan kedatangan kami secara langsung seperti ini, kita bisa diskusi untuk menjadi lebih baik lagi. Daerah hijaunya sudah baik, pembelajarannya juga sudah baik, hanya mungkin ada kesepahaman tentang pendidikan lingkungan, daur ulang dan guna ulang, karena hampir seluruh Indonesia salah paham tentang hal itu. Kalau peduli lingkungan harusnya hemat konsumsinya, kenal dengan alamnya, sehingga kalau mau buat prakarya harusnya dari alamnya,” papar Wijiasih.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Kotamobagu Sultje Kamasaan, ketika disinggung mengenai kesiapan penilaian Adiwiyata ini mengatakan, pada dasarnya persiapan dari tim yang kuat, solid dan bekerja dengan setulus hati serta bekerja dengan hati-hati.

Menurutnya, sejak tahun 2009 SDN 2 sudah dipersiapkan. Saat ini, pihaknya lebih mengarah kepada karakter anak untuk betul-betul peduli dan berbudaya terhadap lingkungan.

“Pihak kami berupaya mengirimkan berkas persyaratannya, dan terus berupaya memenuhi semua syarat. Nah, ketika mereka datang untuk melakukan verifikasi persyaratan tersebut, kami sudah bekerja. Mudah-mudahan hasil terbaik yaitu bisa mendapatkan Adiwiyata tingkat nasional,” harap Sultje.(me2t)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button