Tekan Angka Anak Putus Sekolah Melalui Program Pendidikan Non Formal
BOLMORA, KOTAMOBAGU— Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu untuk menekan angka anak putus sekolah untuk memperoleh ijazah setara dengan SD, SMP dan SMA sangat tinggi, yakni melalui program pendidikan non formal paket A, B dan C, yang saat ini sedang dilaksanakan melalui instansi terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan pemuda dan Olahraga (Dikdispora).
“Ini adalah suatu upaya atau komitmet Pemkot untuk menekan angka anak putus sekolah yang ada di Kota Kotamobagu,” ujar Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kotamobagu, Hasna Pasambuna, Jumat (21/10/2016).
Ditahun ajaran 2015/2016, sebanyak 403 siswa paket A, B dan C telah mendaftar dan mengikuti proses belajar mengajar. Sedangkan di tahun ajaran 2016/2017, ada 305 yang telah mendaftar dan sedang mengikuti proses belajar mengajar yang dilaksanakan Dikdispora melalui Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) SKB, yang berlokasi di Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.
“Setiap siswa wajib mengikuti kegiatan belajar mengajar. Mereka masuk setiap hari. Ujiannya dilaksanakan bersamaan dengan ujian nasional reguler,” kata Hasna.
Menurutnya, untuk pendaftaraan peserta paket A, B dan C masih tetap dibuka hingga November mendatang. Olehnya, Hasna meminta kepada warga Kotamobagu khususnya yang tidak memiliki ijazah SD, SMP dan SMA untuk dapat memanfaatkan kesempatan dengan mengikuti program pendidikan non formal yang sementara dilaksanakan.
“Ini adalah program pemerintah dengan sasaran menekan angka anak putus sekolah dan memperbaiki taraf pendidikan di daerah,” tambahnya.(me2t)



