Ini Salah Satu Kendala Belum Terwujudnya Kota “Smart City”
BOLMORA, KOTAMOBAGU — Program Pemerintah untuk mewujudkan Kota Kotamobagu menjadi kota cerdas (Smart city), salah satunya dengan mempermudah masyarakat mendapatkan informasi dan komunikasi secara cepat dan aktual, rupanya masih terkendala dengan beberapa faktor. Hal itu sebagaimana diungkapkan Fahri Damopolii, Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Dinas Perhubungan Kebudayaan Pariwisata Komunikasi dan Informasi (Dishubparkominfo) Kota Kotamobagu.
“Dari bulan Februari lalu kami (Dishubparkominfo,red) sudah merancang pemasangan hotspot disepuluh area seputar kota. Dan itu sudah terpasang sampai pada Oktober ini. Namun dari sepuluh titik tersebut, baru ada delapan titik hotspot yang aktif. Ini dikarenakan beberapa alasan,” ujar Fahri.
Menurutnya, kalau dari pihak pemerintah sendiri sebenarnya tidak ada masalah, karena sudah dianggarkan, sudah dialokasikan, dan diplot ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Kendalanya dari pihak Telkom. Alasan mereka gembok jaringan yang ada di dua lokasi, seperti di Lapangan Kelurahan Mogolaing dan Kantor Pemkot sudah full (penuh), sehingga harus ada penambahan gardu lagi,” jelas Fari, mengutip alasan pihak Telkom.
Saat ini Dishubparkominfo masih menunggu dari Telkom untuk mengaktifkan jaringan di dua tempat terebut.
“Sampai detik ini masih menunggu. Sebab, dari pihak Telkom pun belum dapat memastikan kapan jaringan di dua tempat itu bisa digunakan. Untuk itu, masyarakat dapat untuk dapat menikmati fasilitas itu,” imbaunya.(me2t)



