Kotamobagu

OMK Medan Apresiasi Kerukunan Umat Beragama di Kotamobagu

Sukacita Dirasakan Saat Menginjakkan Kaki di Kotamobagu

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Kagum sekaligus takjub, itulah kesan pertama yang tergambar dan dirasakan oleh kontingen 2nd Indonesian Youth Day (IYD) 2016 dari Keuskupan Agung Medan, saat pertama kali menginjakkan kaki di Kota Kotamobagu, Jumat (30/9/2016) malam, sekitar pukul 20.30 WITA.

Sambutan hangat oleh Pastor Paulus Kanisius Rumondor, selaku pastor paroki, bersama ratusan umat Katolik Paroki Kristus Raja Kota Kotamobagu pada malam itu makin membuat 72 anak muda yang tergabung dalam Orang Muda Katolik (OMK) plus 11 orang pastor dari Keuskupan Agung Medan ini diliputi suasana sukacita.

“Horas…horas…horas… buat saudara-saudari kami dari Medan. Dega niondon dan selamat menjalani kegiatan live in beberapa hari di Kota Kotamobagu,” ucap Pastor Kanisius Rumondor, dalam sambutan awalnya malam itu, yang langsung disambut aplaus seluruh rombongan dari Medan tersebut.

Pun luapan sukacita kontingen IYD dari Keuskupan Agung Medan ini makin terpancar lebar, ketika pada keesokan hari, (Sabtu, 01 Oktober), kehadiran mereka disambut pula oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, bersama Wakil Wali Kota Jainuddin Damopolii, anggota DPRD Kotamobagu Abdul Kadir Rumoroi, serta Dandim 1303 Bolmong Letkol Infantri Sampang Sihotang, terlibat langsung dalam penjemputan rombongan itu.

Bertempat di Lapangan Boki Hontinimbang, Sabtu (01/10/2016) pagi, Pemkot bersama unsur Forkopimda secara resmi menyambut kedatangan 72 OMK dan 11 pastor dari Keuskupan Agung Medan, serta enam OMK dari Keuskupan Manado.

Kedatangan rombongan tersebut dalam rangka menjalani program live in (tinggal dan berbaur bersama umat Katolik Kota Kotamobagu selama beberapa hari), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan 2nd IYD 2016. Di mana, Keuskupan Manado bertindak selaku tuan rumah.

“Sukacita Injil betul-betul kami rasakan begitu pertama kali tiba di Kota Kotamobagu. Malam itu kami disambut dengan sebuah tarian adat daerah ini (maksudnya Mongondow, tari Tuitan). Semua penarinya ternyata anak-anak muda Kota Kotamobagu pemeluk agama Islam,” kata Pastor Alex Silaen OFM.Cap, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Medan, selaku ketua rombongan.

Sementara itu, Wali Kota Tatong Bara dalam sambutan spontannya, mengaku ikut berbangga atas dipilihnya Kota Kotamobagu menjadi lokasi live in dari kontingen Keuskupan Agung Medan.

“Semoga pengalaman positif yang didapat dan dialami di Kota Kotamobagu dapat diceritakan dan dibagikan kepada masyarakat di Provisi Sumatera Utara, serta Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, lebih khusus umat Katolik di Keuskupan Agung Medan,” ucap Tatong.

Selain Pastor Alex Silaen, kesan positif mendalam rupanya turut dirasakan dan dialami oleh anggota rombongan lainnya dari Keuskupan Agung Medan. Seperti diungkapkan Pastor Shan Efran Sinaga Pr dan Adil Sitepu. Terlebih lagi, setelah mereka berkeliling serta berinteraksi dengan umat Katolik Paroki Kristus Raja maupun warga Kota Kotamobagu pada umumnya.

“Luar biasa, kami kagum dan salut dengan Kota Kotamobagu. Sukacita langsung kami rasakan begitu melihat kotanya yang bersih, udara sejuk, pemerintah dan warganya yang ramah, suasana aman dan nyaman serta hubungan harmonis yang terjalin baik di tengah masyarakat Kota Kotamobagu yang majemuk,” cetus Pastor Efran dan Adil Sitepu.

Kesan positif tentang hubungan harmonis sebagaimana mereka maksudkan adalah seputar kerukunan umat beragama di Kota Kotamobagu. Baik Pastor Efran maupun Adil Sitepu, bahkan spontan mengacungkan dua jari jempol tangan mereka, begitu tahu bahwa sejak Kota Kotamobagu masih bagian dari Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) hingga sekarang sebagai sebuah daerah otonom sendiri, tidak sekalipun terjadi gesekan atau konflik di antara umat beragama yang ada.

“Ini tentu pengalaman sangat berharga yang sudah kami catat, dan akan diceritakan pada saat kami kembali ke daerah kami. ‘Mopia totok in gina, mobiag mototabian’ betul-betul diwujudkan oleh masyarakat Kota Kotamobagu dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Pastor Efran dan Adil Sitepu, mengutip sepenggal bait lagu rohani Alangkah Bahagianya versi Bahasa Mongondow.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan sempat mengunjungi SD Katolik Christi Regis, SMP/SMA Theodorus, GMIBM Jemaat Pusat Kota Kotamobagu, makam raja DC Manoppo di Matali, pusat produksi kacang goyang di Motoboi Kecil, pura di Kelurahan Mogolaing, Masjid Molinow, dan klenteng di Mongkonai.(me2t)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button