Cerita Mbak Ike, Terapis Refleksi Wanita yang Awalnya Bantu Teman Sakit Malah Menjadi Berkah

0
460
Cerita Mbak Ike, Terapis Refleksi Wanita yang Awalnya Bantu Teman Sakit Malah Menjadi Berkah
Ilustrasi Pijat Refleksi/Foto: Ist
Advertisement

BOLMORA.COM, EKBIS — Mbak Ike, begitu Ia kerap disapa oleh teman-temannya. Wanita berparas ayu kelahiran Desa Lumajang, Jawa Timur ini, kini menetap dan menjadi warga Desa Poyowa Kecil, Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu.

Ia tinggal bersama kedua orang tuanya, serta dua anak-anaknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP. Mbak Ike, pernah menikah beberapa tahun silam. Sayangnya, dalam mengarungi bahtera rumah tangganya Ia kurang beruntung. Pernikahannya kandas dan terpaksa memilih jalan perceraian.

Sejak saat itu, Ia menjadi single parent yang harus menghidupi dan membesarkan kedua anaknya. Hari demi hari Ia lewati dengan sabar. Seiring itu, Dia pun semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Semenjak perceraian itu saya semakin berserah diri kepada Allah SWT. Semua ini pasti ada hikmahnya, ” kata Mba Ike menceritakan kisahnya kepada BOLMORA.COM, Minggu 26 September 2021.

Meski demikian, Wanita 32 tahun ini tidak mau menyesali pengalaman pahitnya. Dia memilih move-on dan bangkit menjadi wanita tangguh demi membahagiakan kedua orangtua dan masa depan anak-anaknya.

Mbak Ike pun perlahan membuka usaha kecil-kecilan dengan berjualan gado-gado dan jamu tradisional sebagai sumber penghidupannya. Ia tak mau membebani kedua orangtuanya yang sudah lanjut usia. Ia bahkan bertekad untuk memberangkatkan kedua orang tuanya ke tanah suci di baitul Mekah.

Namun seiring waktu berjalan, usaha gado-gado dan jamunya Mbak Ike justru hanya menjadi usaha sampingannya saja. Dia malah banting setir menjadi seorang terapis pijat refleksi khusus wanita.

“Saya tidak pernah niat sama sekali menjadi terapis, karena saya tidak punya keahlian sebagai tukang pijat, ” beber Mbak Ike.

Kisah ini, kata Mbak Ike terjadi sekitar 4 tahun yang lalu. Saat itu, ada salah satu temannya sedang jatuh sakit. Ia meminta pertolongannya untuk dipijat. Awalnya sempat ingin menolak. Namun karena menjaga perasaan temannya, Ia pun menuruti dan memijat tubuh temannya itu.

Tak disangka, berkat pijatannya, sakit yang diderita temannya berangsur sembuh. Peristiwa itu pun menjadi viral di kalangan teman-temannya Mbak Ike. Bahkan mereka sampai mempromosikan pijatannya Mbak Ike ke banyak orang lho.

“Gara-gara cerita teman-teman, eh, malah keterusan jadi pijat refleksi. Tapi, pasiennya hanya khusus wanita aja, ” terang Mbak Ike.

Mbak Ike merasa sangat bersyukur. Karena berkat itu, Ia jadi punya pendapatan tetap yang hasilnya lumayan bisa mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

“Alhamdulillah, dari hasil memijat saya bisa melanjutkan pendidikan di salah satu Institut Agama Islam yang ada di Kota Kotamobagu. Selain itu kebutuhan anak-anak juga bisa terpenuhi, Insya Allah berkah, ” tutur Ike.

Untuk posisi sekarang, kata Mbak Ike, pasien langganan tetapnya sudah mencapai hingga ratusan orang. Sampai-sampai Ia sendiri sering kewalahan.

“Saking banyaknya pasien, kadang saya sering kewalahan. Tapi mau gimana lagi, orang minta tolong kan harus dibantu, ” terangnya.

Untuk durasi pemijatan biasanya memakan waktu 2 hingga 3 jam. Dan mengenai tarifnya sendiri, itu keikhlasan dari pasien saja.

“Saya tidak pernah memasang tarif tetap, seberapa saja, asalkan pasien ikhlas pasti diterima, ” ucap Mbak Ike.

Buat kaum hawa yang penasaran ingin merasakan pijat refleksi Mbak Ike, kalian bisa menghubungi nomor handphonenya di 0812-4522-2147.

(Wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here