Bolmong

Disdik Bolmong Gelar Assessment Pendidikan Kesetaraan

BOLMORA.COM, BOLMONG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melaksanakan Sosialisasi Assessment Nasional Pendidikan Kesetaraan di empat tempat berbeda yang diikuti enam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Kegiatan yang dilaksanakan sejak Senin, 20 September 2021 hingga Kamis, 23 September 2021 dilaksanakan di SKB Lolak diikuti PKBM Flamboyan, SMA 1 Passi diikuti PKBM Moonow Bilalang, SMA Poopo diikuti PKBM AnisaPangian, PKBM Katare Poopo, Alutfi Maelang dan di SMK 2 Lolayan diikuti PKBM Monompia. 

Seperti diketahui, assessment nasional merupakan kebijakan yang baru pertama kali dilaksanakan pada tahun 2021 ini. Sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 17 Tahun 2021 tentang asseasment nasional. 

AN bertujuan untuk mengukur hasil belajar kognitif, hasil belajar nonkognitif dan kualitas lingkungan belajar pada satuan pendidikan.

Seperti halnya AN di pendidikan formal, AN pendidikan kesetaraan dilakukan melalui asesmen kompetensi minimum, survey karakter dan survey lingkungan belajar yang diikuti oleh peserta didik pendidikan kesetaraan (Paket A, B, C), tutor dan Kepala Satuan Pendidikan Non Formal.

Pada kesemoatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Bolmong Renty Mokoginta mengatakan, assessmen merupakan program penilaian terhadap mutu setiap sekolah dan kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

“Itu seiring dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang tidak lagi melaksanakan Ujian Nasional atau UN,” kata Renty.

Sementara  itu, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bolming Rusni Mokoagow meminta kepada pihak pengajar pada PKBM atau kelompok belajar agar memberikan motivasi kepada peserta Program Pendidikan Kesetaraan atau dikenal masyarakat paket C, agar untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

“Diharapkan membekali diri pula dengan pengetahuan atau keahlian sebagai motivator untuk mendorong siswa kesetaraan untuk bercita-cita tinggi,” katanya.

Menurutnya, tidak sedikit siswa kesetaraan berhasil menjadi pegawai dan sebagaianya setelah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Sehingga diharapkan siswa program kesetaraan tidak berhenti untuk meneruskan pendidikan selepas lulus,” ajaknya.

(Agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button