Pelaku Asusila Anak Kandung Sempat Tolak Pinangan Untuk Anaknya

0
9499
Pelaku Asusila Anak Kandung Sempat Tolak Pinangan Untuk Anaknya
Ilustrasi Pelaku Asusila/Foto: Ist
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG – IM (50) pelaku asusila pada anak kandungnya lebih memilih menyetubuhi anak kandungnya ketimbang menikahkan anaknya.  

Seakan tak puas menggauli anaknya selama lima tahun, IM Warga Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolmong, dikabarkan sempat menolak pinangan dari seorang pria kepada anaknya.

Hal ini diakui korban (22) ketika ditemui oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bolmong, di kediamannya, Jumat 17 September 2021.

Menurut korban hal ini terjadi tahun lalu, dimana ada seorang pria akan melamar dirinya.

“Mereka sudah antar harta ke rumah, tapi tiba-tiba dibatalkan oleh ayah saya (Pelaku asusila),” ujarnya

Korban merasa sangat malu dan kecewa atas penolakan tersebut.

“Saya sangat malu, apalagi pihak keluarga mereka sudah datang di rumah,” beber dia.

Kepala Dinas P3A Bolmong Farida Mooduto, memastikan akan menyiapkan psikolog dan pengacara untuk korban kasus tersebut. 

“Kita sediakan psikolog sampai pengacara untuk kasus ini,” katanya, Minggu 19 September 2021 saat dihubungi.

Menurutnya, ada luka dan trauma yang sangat membekas dari korban saat ditemui.

“Korban trauma, dan ketika bertemu dengan ayahnya seperti ketakutan,” ucap Farida.

Saat ini pihaknya sudah menyiapkan psikolog untuk korban. 

“Kami ingin memastikan bagaimana keadaan korban, terutama bagian psikis. Jangan sampai korban melakukan hal-hal yang tak diinginkan,” ujarnya. 

Sedangkan untuk pengacara, disiapkan guna mendampingi korban ketika proses hukumnya berjalan. 

Farida juga sangat menyesali adanya kejadian ini. Ia berharap semoga tak ada lagi kasus seperti ini di Kabupaten Bolmong. 

“Karena kasus-kasus seperti ini merusak masa depan anak-anak, terutama di Bolmong. Semoga kedepannya tak ada lagi,” tegas dia.

Polres Kotamobagu akan memberikan hukuman maksimal kepada IM (50). Pasalnya, IM tega melakukan tindakan asusila kepadanya anak kandungnya sejak lima tahun lalu.

Kanit PPA Polres Kotamobagu Ipda Fitri Nugrahani mengatakan jika pelaku tindakan asusila kepada anak kandungnya tersebut kemungkinan akan dipenjara selama 15 tahun.

Ia mengatakan pasal yang disangkakan kepada pelaku yakni pasal 81 ayat (1), (3) undang-undang No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU RI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Ri no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang.

“Pada pasal ini, pelaku bisa dijerat dengan hukuman 15 tahun penjara,” kata dia.

Namun Fitri memastikan jika keputusan terhadap hukuman pelaku harus melewati tahapan persidangan terlebih dulu.

“Pastinya harus disidang dulu, tapi kami tetap akan tuntut dengan hukuman maksimal,” ujarnya.

Dirinya juga menyayangkan kejadian tersebut, terjadi di wilayah hukumnya.

“Semoga kedepannya tak ada lagi yang seperti ini,” aku dia.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here