Bejat! Pria 40 Tahun di Bolmong Tega Setubuhi Gadis Dibawah Umur

0
659
Tim Resmob Kotamobagu Tangkap TSK Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur
Gambar ilustrasi dugaan pencabulan anak di bawah umur

BOLMORA.COM, BOLMONG — Sungguh malang nasib gadis belia asal Kecamatan Poigar Kabupaten Bolmong. Di usianya yang baru beranjak 13 tahun, Ia (sebut saja Bunga) harus mengalami kekerasan seksual oleh pria yang ternyata masih punya hubungan famili dekat dengan keluarganya.

Pelaku yang berinisial SM alias Boy (nama samaran) tega melakukan rudapaksa terhadap bunga, gadis cilik lugu yang masih duduk di bangku sekolah. Kejadiannya berawal saat Bunga diajak oleh Boy ke rumah neneknya. Karena punya hubungan kekeluargaan bunga pun menyetujui dan ikut bersamanya. Bunga yang masih polos sama sekali tidak menaruh curiga kepada Boy.

Namun di tengah perjalan, bak, film werewolf, Boy berubah menjadi serigala predator buas yang haus akan daging. Gadis cilik lugu tak berdaya ini diancam akan dibunuh jika tidak mau memenuhi keinginan bejatnya. Boy berhasil memaksa bunga untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Peristiwa ini pun membuat Bunga trauma dan hampir depresi. Karena rasa ketakutannya, gadis cilik ini memilih untuk menyembunyikan kejadian pahit itu dari kedua orang tuanya.

Hari berganti minggu, dan bulan pun berganti tahun. Tidak terasa perjuangan bunga yang berat itu empat tahun dilaluinya. Perlahan-lahan bunga berusaha melupakan trauma itu dan menjalani aktivitasnya seperti biasanya.

Berbeda dengan Bunga. Boy sang predator justru masih membayangi kejadian tersebut. Bahkan berniat mengulangi perbuatan mesumnya. Niat busuknya tak lagi terbendung. Ia kemudian nekat mendatangi kediaman bunga pada Sabtu (19/9/2020) lalu. Kali ini, Boy membawa bunga ke rumah mertuanya.

Peristiwa kelam empat tahun lalu pun kembali terulang. Ia memaksa Bunga agar kembali melayani nafsu bejatnya. Bahkan Boy semakin brutal hingga melakukannya berkali-kali.

Tidak tahan dengan kelakuan bejat Boy, keberanian gadis cilik ini akhirnya muncul. Bunga memutuskan melawan ketakutan yang dialaminya selama empat tahun. Bunga pun menceritakan semua kelakuan pria 40 tahun itu kepada kedua orangtuanya.

Tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu, kedua orangtua bunga pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bolmong dan Polsek Poigar.

Kadis DP3A Bolmong Farida Mooduto mengatakan, bahwa korban mengalami trauma. Pihaknya memberikan konseling dengan melibatkan psikolog. 

“Kami melakukan trauma healing pada korban,” beber kadis. 

Farida menegaskan, bakal memberi bantuan hukum bagi korban. Ia meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya. 

“Masa depan korban sudah dirusaknya,” tegas Mooduto.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here