BKD Bolmong Terus Menggenjot PAD dari Sektor PBB-P2
BOLMORA.COM, BOLMONG – Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Rio Lombone, meminta agar pemerintah kecamatan dan desa dapat mengejar target Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan/Perkotaan (PBB-P2).
“Saat ini realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor PBB-P2 yang berhasil dihimpun oleh Pemkab Bolmong di 15 kecamatan per tanggal 7 September, baru menyentuh angka 52,1 persen atau Rp2,002 Miliar. Hal ini belum sesuai dengan target pada APBD tahun 2020, sebesar Rp3,8 Miliar,” ungkap Rio, Jumat (18/9/2020).
Menurutnya, jika dipersentasekan baru sekitar 52,1 persen. Capaian ini sudah termasuk maksimal. Apalagi, saat ini ada pandemi Covid-19. Untuk itu, disisa tiga bulan ke depan, Rio berharap kepada pemerintah kecamatan dan desa untuk dapat mengejar PBB-P2, supaya target yang ditetapkan dalam APBD tahun 2020 sebesar Rp3,8 Miliar dapat dicapai.
“Kecamatan yang sudah 100 persen capaiannya yakni Kecamatan Dumoga Tengah, dengan realisasi 100 persen atau Rp162 juta. Sementara, untuk kecamatan dengan realisasi paling rendah adalah Lolak, dengan realisasi baru menyentuh angka 13,7 persen atau Rp96 juta dari target yang dipatok sebesar Rp705 juta,” kata Rio.
Diketahui, dalam penetapan APBD tahun anggaran 2020, total target PBB-P2 yang ditetapkan mencapai Rp3.874.545.968, dari total 76.809 Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang disebar.
Dari 15 kecamatan se-Bolmong, Kecamatan Lolak memiliki wajib pajak terbanyak, yang menyentuh angka 12.260 SPPT. Sementara, kecamatan dengan jumlah wajib pajak terendah adalah Kecamatan Dumoga Tengah, hanya 2.662 SPPT.
(Agung)



