Fasilitas Alsintan Tunjang Kebutuhan Petani di Bolmong

BOLMORA.COM, BOLMONG — Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Remon Ratu menjawab tudingan bahwa pihaknya memberatkan petani yang membutuhkan alat mesin pertanian (Alsintan) traktor.
Sebut Ratu, Alsintan dikelola sesuai mekanisme yakni melalui Brigade. Petani yang memanfaatkannya justru beroleh banyak kemudahan.
“Selama ini tidak pernah ada komplain dari petani. Mereka justru sangat terbantu,” kata Ratu.
Ratu menjelaskan prosedur pemakaian traktor oleh petani melalui Brigade. Petani yang ingin lahannya diolah dengan traktor bisa menghubungi Brigade. Brigade lantas mengirim traktor.
“Traktor kemudian menggarap lahan petani,” ucapnya
Kepada petani dibebankan anggaran pengolahan lahan sebesar 1 juta perhektare, dan ketentuannya diatur oleh Permentan.
“Tiga puluh persen dari biaya itu untuk BBM, tiga puluh persen untuk operator, dua puluh persen untuk maintenance dan dua puluh persen untuk mobilisasi,” terangnya.
Biaya tersebut, sebut dia, bisa bertambah bilamana kondisi lahan sulit dan traktor butuh lebih banyak BBM. Beber Ratu, komponen pembiayaan maintenance l sebesar 20 persen lantas disetor lewat rekening ke Brigade. Ini akan jadi cadangan dana untuk keperluan perbaikan mesin sewaktu – waktu.
“Semuanya sesuai mekanisme dan transparan. Tak ada yang saya ambil,” jelas kadis.
Ratu menyatakan, pihaknya mengawasi operasional Brigade dari hulu ke hilir. Dia meminta semua petugas melayani permintaan petani.
“Bukan kepentingan kami, tapi kebutuhan petani yang kita dahulukan ,” imbuhnya.
Sebutnya, kadang ada petani yang ngutang. Dengan sejumlah pertimbangan, permintaan tersebut diluluskan.
“Nanti bayar kalau sudah ada uang dari hasil panen,” kata dia.
Menurutnya, sistem Brigade tersebut sangat memudahkan petani. Waktu pengerjaan terpangkas, dari empat hari menggunakan cara biasa menjadi hanya dua jam saja.
“Ujungnya pertanian kita surplus,” kata dia.
Ia tak memungkiri ada juga traktor yang tidak dikelola Brigade. Tapi itu adalah bantuan dari provinsi langsung ke kelompok.
“Sementara brigade berada di bawah pengawasan kami,” pungkasnya.
(Agung)



