Tersangka Pelaku PETI di Desa Bakan Diciduk Anggota Polres Kotamobagu

0
941

BOLMORA.COM, HUKRIM — Upaya melakukan penertiban terhadap Pertambangan Ilegal terus digiatkan pihak Kepolisian Resort (Polres) Kotamobagu. Mulai dari sosialisasi, himbauan serta edukasi terus dilakukan. Langkah ini dilakukan dengan maksud untuk mencegah bertambahnya lagi korban jiwa, dan mencegah dampak rusaknya lingkungan yang merupakan warisan bagi generasi selanjutnya. 

Berdasarkan kejadian terakhir yang terjadi pada bulan November 2019, tambang ilegal di Desa Bakan telah memakan korban meninggal dunia yang jumlahnya cukup banyak. 

Semenjak awal Februari 2020, pihak Polres Kotamobagu telah melakukan kegiatan edukatif dan himbauan secara persuasif di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Desa Bakan Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Namun sayangnya, upaya tersebut tidak dihiraukan oleh beberapa oknum penambang di lokasi PETI tersebut, dengan alasan itu tanah milik mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sabtu, (05/09/2020) kemarin, Anggota Polres kotamobagu kembali melaksanakan patroli di Lokasi Jalina, Tapa Gale. Saat melakukan sweeping petugas mendapati 3 orang sedang melakukan pengolahan emas tanpa izin. 

Ketiga oknum yang terciduk diantaranya yakni, SP alias Hendro, JP alias Jemmy dan JS alias Jhon (52).

Pelaku dan beberapa barang bukti (Barbuk) langsung diamankan oleh petugas dan dibawa ke Polres Kotamobagu untuk diproses sesuai ketentuan UU.

Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati S.I.K, melalui Kasubag Humas Polres Kotamobagu Iptu Rusman M. Saleh SE, membenarkan adanya kegiatan penambangan tanpa izin oleh ketiga oknum penambang tersebut.

“Berdasarkan bukti permulaan yang cukup para tersangka diduga keras telah melakukan Tindak Pidana Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) pada hari Sabtu tanggal 05 September 2020 di lokasi Jalina – Tapa gale yang beralamatkan di Desa Bakan Kecamatan lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow, ” ujar Rusman.

Ditambahkannya, “Sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba Jo Undang-Undang RI Nomor 03 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba ancaman hukuman diatas 5 tahun.” jelas Kasubag Humas Polres Kotamobagu.

Lanjutnya, saat ini salah satu tersangka sudah kami amankan di Polres Kotamobagu guna proses penyidikan oleh Penyidik Satuan Reskrim.

“Kami menghimbau untuk pelaku lainnya yang melarikan diri, agar diharapkan untuk menyerahkan diri kepada pihak Kepolisian,” tegas Rusman.

(*/Nisar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here