Sekdes Inobonto Diduga Tahan Kartu BPJS Warga Miskin
BOLMORA.COM, BOLMONG – Program pemerintah pusat meringankan beban para masyarakat untuk berobat berupa BPJS Kesehatan, belum sepenuhnya dirasakan warga di Kabupaten Bolmong, tepatnya di Desa Inobonto, Kecamatan Bolaang. Pasalnya, puluhan warga yang sudah terdaftar program pemerintah pusat lewat BPJS Kesehatan itu, belum memiliki kartu yang akan digunakan dalam berobat.
Masyarakat setempat menduga kartu BPJS Kesehatan sudah lama diserahkan pihak BPJS ke pemerintah desa melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Inobonto, Herlina Mustafa, namun terkesan ditahan oleh Sekdes.
“Saya mendapati kalau sudah tedaftar di BPJS disaat sakit dan pergi berobat ke dokter. Saat diperiksa lewat data base, nama saya sudah keluar, namun belum punya kartu BPJS,” ungkap warga Desa Inobonto, yang enggan dipublikasikan namanya.
Menurut dia, setelah mendapati informasi jika kartu telah diberikan pihak BPJS ke pemerintah desa Inobonto, dirinya langsung ke rumah sekdes dan meminta kartu itu.
“Saya langsung ke rumah ibu sekdes, dan meminta kartu BPJS saya. Jika saya tidak ke dokter, maka saya juga tidak tahu kalau saya sudah terdaftar lewat BPJS. Sebelumnya juga saya dan keluarga telah didata,” terangnya.
Sementara itu warga miskin lainnya juga mengungkapkan, seharusnya Sekdes Inobonto jangan terkesan menyimpan dan tidak memberitahukan ke warga, kalau kartu BPJS telah keluar.
“Kami sangat meyangkan sikap pemerintah desa yang terkesan menyembunyikan dan menyimpan kartu BPJS. Apalagi program pemerintah kabupaten untuk pelayanan prima. Jika tidak diambil juga, tidak diberi tahukan,” ucap warga.
Sementara itu, Herlina Mustafa saat dikonfirmasi via telepon gengam mengakui jika kartu BPJS belum diserahkan langsung.
“Memang kartu BPJS sudah ada sejak bulan lalu, tapi saya sudah sampaikan kalau mau ambil kartu datang ke rumah,” kelitnya.
Lebih lanjut dikatakanya, ada 20 kartu yang sampai hari ini belum diserahkan langsung ke warga.
“Ada 20 kartu, tapi jika mereka memeriksa kesehatan dan lewat data base sudah keluar namanya, maka mereka ke rumah dan mengambil kartunya,” ujarnya.
Ditambahkannya juga, dirinya telah menginformasikan juga ke warga untuk datang ke rumahnya dan mengambil kartu BPJS.
“Tidak ada yang menahan atau tidak memberitahukan, saya juga telah menginformasikan ke warga supaya datang ke rumah dan cek jika ada namanya di kartu BPJS,” ucap Herlina.
(Agung)



