Bolmong

Ini Penyebab Titik Api di Wilayah Bolmong Bertambah

BOLMORA, BOLMONG – Musim kemarau yang panjang ditambah adanya ulah oknum warga yang terus melakukan pebakaran lahan perkebunan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terus bertambah. Hal ini mengakibatkan titik hotspot terus atau titik api bertambah di wilayah Bolmong, Kamis (27/9/2018).

Berdasarkan pantauan BPBD Kabupaten Bolmong melalui Satelit Aqua, Terra dan SNPP, dengan tingkat Confidence terendah 25 persen, titik hotspot di wilayah Bolmong sejak sepekan terakhir cenderung bertambah. Sehingga, sosialisasi kepada masyarakat berupa imbauan akan bahaya pembakaran lahan untuk perluasan areal perkebunan terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Bolmong, melalui pemerintah desa maupun kecamatan.

Bahkan, pantauan BPBD Bolmong sejak sepekan terakhir tercatat kurang lebih lima lokasi kawasan perbukitan maupun pegunungan yang terbakar akibat ulah oknum warga yang ingin memperluas lahan perkebunan.

“Cara mereka memperluas lahan perkebunan dengan membakar, karena selain hemat biaya juga hanya bermodalkan korek api,” ujar Kepala BPBD Bolmong, Haris Dilapanga.

Adapun data yang ada sampai saat ini, untuk kawasan perbukitan dan pegunungan yang terbakar di wilayah Kabupaten Bolmong yaitu Perbukitan Inobonto (Kelurahan Inobonto, Desa Inobonto II), Perbukitan Poigar (Desa Mariri Lama), Perbukitan PT. CONCH, Perbukitan Desa Lalow, dan Pegunungan Labuan Uki,

Sedangkan untuk titik hotspot yang terdeteksi satelit sampai hari ini tersebar diwilayah Kecamatan Poigar (3 Titik Api), Kecamatan Bilalang (1 Titik Api), Kecamatan Lolayan (1 Titik Api), dan Kecamatan Lolak (1 Titik Api).

Sementara untuk titik hotspot di wilayah Kabupaten Bolmong Utara, terdeteksi 3 titik api, masing-masing di Kecamatan Sangkub ( 1 Titik Api), dan Kecamatan Pinogaluman (2 Titik Api).

(agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button