Kinerja Sangadi Desa Bakan Disorot Warga

0
521
Tanpa Perdes, Sangadi Bakan Diduga Lakukan Pungli ke Setiap Warga yang Masuk PETI
Sangadi Desa Bakan Hasanudin Mokodompit
Advertisement

BOLMORA, BOLMONG – Kinerja dari Pemerintahaan Desa (Pemdes) Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mendapat sorotan warganya.

Menurut salah satu warga yang enggan dipublis namanya, selama menjabat Sangadi Desa Bakan Hasanudin Mokodompit, belum ada pembangunan yang terlihat.

“Pembangunan lewat Dana Desa (Dandes) itu belum sepenuhnya terlihat. Bahkan, pembangunan yang ada di desa kami saat ini saja, tidak luput bantuan CSR dari perusahaan tambang JRBM,” ungkap sumber, Sabtu (22/9/2018).

Dia juga menyinggung persoalan anggaran pemdes yang pengelolaannya sepenuhnya melibatkan pihak keluarga sangadi. Yang mana, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) telah dikelola oleh pihak keluarga sangadi,  lewat warung untuk menjual bahan pokok, tapi tidak berapa lama sudah tutup.

“Banyak yang bertanya mengapa BUMDes dikelola oleh keluarganya sangadi. Apalagi, diketahui bendahara BUMDes juga dijabat oleh keluarga sangadi. Warung juga yang dijadikan BUMDes milik dari keluarganya, dan akhirnya tidak jalan atau bangkrut,” ungkapnya.

Di sisi lainnya, terkait struktur pemerintah desa yang hingga saat ini masih menggunakan perangkat lama. Ada sebagian yang sudah tidak aktif, tapi masih menerima gaji perangkat, dan juga sudah yang berumur di atas 60 tahun tapi masih dipekerjakan.

“Seharusnya ini jadi perhatian sangadi, untuk melakukan penyegaran kinerja perangkat, karena sudah ada yang berumur di atas 60 tahun tapi masih bekerja, bahkan ada yang tidak aktif lagi tapi masih menerima gaji, seperti jabatan Kaur Desa,” bebernya.

Bukan juga persoalan perangkat, yang dijadikan persoalan dan sorotan. Tapi keberadaan anggota Badan Permusyarawatan Desa (BPD) yang sudah tidak tinggal di desa, tapi masih menjabat.

“Ada dua anggota BPD, satunya wakil ketua. Yang membuat kasus tidak pantas seharusnya menjadi anggota BPD, serta sudah tidak tinggal di desa tapi masih menjabat,” katanya.

Menanggapi hal itu, Sangadi Desa Bakan Hasanudin Mokodompit mengatakan, seharusnya permasalahan yang ada di desa berupa keluhan warga lewat pembangunan tidak perlu dibeberkan ke media.

“Seharusnya disampaikan ke kami juga selaku Pemdes Bakan, jangan hanya disampaikan ke wartawan,” ujar Mokodompit.

Dijelaskannya, untuk pergantian perangkat desa memang belum dilakukan, mengingat tensi politik di desa. Selai itu, perangkat yang ada masih loyal dan bekerja secara maksimal.

“Untuk mencari pengganti perangkat itu agak susah, karena perangkat yang ada saat ini masih maksimal dalam bekerja. Memang ada yang sudah di atas 60 tahun, tapi saya akan tinjau kembali. Karena itu saya tidak tahu ada yang sudah berumur,” terangnya.

Untuk BUMDes dijelaskan bahwa memang tahun 2017 ada. Akan tetapi di tahun ini dihentikan.

“Kami masih hentikan untuk BUMDes Bakan, apalagi dana sangat minim. Yang mana kita harus melihat potensi apa yang dikembangkan. Beberapa wakktu lalu kita coba warung, tapi di desa keberadaan warung banyak, dan untuk memberikan gaji ke anggota BUMDes yang kami pikirkan saat ini,” jelas Mokodompit.

Untuk persoalan keanggotaan BPD, dirinya tidak menapik hal tersebut. Dikatakan ada anggota BPD sudah tinggal di desa lain.

“Akan tetapi untuk rapat dan kegiatan lainnya, anggota tersebut selalu hadir,” kilahnya.

(agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here