Berikut Kemungkinan Terkait Terdamparnya Paus Pembunuh di Pantai Inobonto

0
1750
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG – Perhatian peneliti perikanan tertuju ke Pantai Kelurahan Inobonto, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut).

Di pesisir pantai kelurahan tersebut, seekor bayi Paus Pembunuh (Orca) terdampar, pada Rabu (24/6/2020). Oleh warga setempat, paus tersebut sempat dikira lumba-lumba.

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Dr.Ir. Suria Darwisito, MSc, menyebut peristiwa itu merupakan fenomena baru.

“Ini memantik rasa penasaran ilmiah saya, sungguh peristiwa langka,” katanya. 

Setahu dia, peristiwa terakhir terdamparnya paus tersebut di Indonesia terjadi 20 tahun lalu, tepatnya di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menduga, ada dua faktor penyebab paus ini terdampar.

“Yang pertama adalah terpisah dari kawanan akibat pergerakan arus laut atau perubahan iklim,” ujar Suria.  

Kedua, akibat gempa bumi 6,3 skala richter yang berpusat di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) sehari sebelumnya.

“Gempa yang memicu pergerakan arus membuat sensor pada paus ini terganggu.  Sehigga, paus itu terpisah dari kawanannya,” ungkapnya.

Terpisah, peneliti Paus Orca Studi S2 Pascasarjana Universiyas Negeri Gorontalo (UNG) Verrianto Madjowa menerangkan bahwa, kemunculan Paus Orca di laut Sulawesi sudah terlihat sejak beberapa tahun belakangan.

“Terakhir kita menemukan di Teluk Tomini tahun 2016 silam. Seekor Paus Orca masuk di jaring nelayan, kemudian dilepas kembali,” kata dia.

Verrianto menjelaskan, lokasi kemunculan Paus Orca di Inobonto karena wilayah tersebut masuk dalam wilayah laut Sulawesi, yang merupakan jalur Paus Orca.

“Kelompok ikan ini sudah terpantau beberapa bulan belakangan di laut Sulawesi, hanya saja dia berbeda dengan ikan lain, seperti tuna yang bergerombol. Ikan ini paling banyak 7 ekor jika melintas, kalau di Gorontalo paling banyak 5,” ucapnya. 

Menurut dia, kemunculan Paus Orca di pantai utara Inobonto ini karena mengejar makanan.

“Karena di pantai utara banyak ikan teri, sehingga ikan lainnya juga banyak sebagai sumber makanan,” jelas Verrianto.

Dia menyebut, tipe paus ini memiliki gigi dan bisa untuk menyerang mangsa, bahkan hiu sekalipun. Dilihat dari ukurannya, yang di Inobonto masih muda sekali.

“Jarang Paus Orca bergerak sendiri. Mereka biasa mengelompok dan sangat berani memasuki perairan dangkal,” paparnya.

Sementara itu, Pemkab Bolmong melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bertindak cepat. Dibantu nelayan, sekitar selama 2 jam bayi Paus Orca tersebut digiring ke laut lepas menggunakan perahu.

“Kami dari instansi terkait dibantu oleh warga sekitar untuk menggiring Paus Orca ini menggunakan perahu nelayan,” ujar Kepala DKP Wahyudin Gonibala, Rabu (24/6/2020).

Wahyudin mengatakan, sekitar pukul 15.00 WITA, Paus Orca digiring ke laut dengan jarak sekitar 1 kilometer.  

“Setelah digiring, kita pantau di beberapa bagian timur sampai pesisir pantai lain, hingga pukul 17.00 WITA, alhamdulillah Paus Orca sudah tidak kembali,” jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya, seekor bayi paus orca terdampar di Pantai Utara Kelurahan Inobonto, Kabupaten Bolmong, Rabu (24/06/2020).

Baca: Bayi Paus Pembunuh Terdampar di Pantai Inobonto

Baca Juga: Dikira Lumba-lumba, Warga Inobonto Berfoto Dengan Paus Pembunuh

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here