Kotamobagu

Pemkot Kotamobagu Tunggu Persetujuan Kuota CPNS

BOLMORA, KOTAMOBAGU — Teka-teki kapan waktu penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akhir terjawab. Hasil rapat koodinasi yang dilaksanakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB) bersama para Sekretaris Daerah (Sekda) serta Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) se-Indonesia, Kamis (6/9/2018), di Jakarta, jadwal tentatif pelaksanaan seleksi CPNS akan dimulai September bulan ini, yang diawali dengan tahapan pendaftaran pada 19 September, dilanjutkan dengan verifikasi selama tiga pekan setelahnya, dan pengumuman hasil verifikasi pada 16 Oktober mendatang.

“Hasil rakor tadi sudah ditentukan pelaksanaan tahapan penerimaan CPNS mulai bulan ini. Tanggal 19 September pendaftaran, 16 Oktober pengumuman, 20 Oktober pelaksanaan tes, dan pengumuman hasil tes pada tanggal 30 November 2018,” ujar Kepala BKPP Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta.

Ia menerangkan, rekrutmen CPNS kali ini juga mengakomodir Honorer Daerah (Honda) Kategori 2 (K2) khusus tenaga kesehatan dan guru, dengan usia maksimal 35 tahun.

“Kemudian akan dibuka juga formasi untuk disiplin ilmu apa saja, tapi khusus mereka yang mendapat cumlaude,” terangnya.

Menurut dia, untuk kuota CPNS akan diberikan secara serentak kepada semua daerah. Sebab, masih ada beberapa daerah yang masih bermasalah, terutama soal anggaran pelaksanaan penerimaan CPNS tahun ini.

“KemenPAN-RB belum memberikan kuota, nanti secara serentak. Dari 500-an kabupaten dan kota di Indonesia, baru 82 yang mendapatkan kuota. Di Sulawesi Utara (Sulut) belum ada, nanti pada tahap II atau setelah validasi oleh BKN (Badan Kepegawaian Negara),” ungkap Sahaya.

Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu Adnan Massinae mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) sudah siap melaksanakan rekrutmen CPNS tahun ini.

“Kita tinggal menunggu kabar dari Kepala BKPP yang ikut kegiatan itu. Soal kesiapan, tentu harus siap, termasuk soal anggaran,” katanya.

Ditambahkan, sebelumnya Pemkot Kotamobagu telah mengusulkan kebutuhan pegawai sebanyak 851 kuota, yang terdiri dari tenaga guru, kesehatan dan teknis.

“Sifatnya kita hanya menunggu dari pusat, soal waktu pelaksanaannya maupun kuota. Tapi mudah-mudahan semua formasi disetujui, meski kuotanya tidak sesuai dengan yang kita usulkan,” harap Adnan.

(*/me2t)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button