Polimdo Tuan Rumah IPEC 2025

BOLMORA.COM, SULUT – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dipercayakan menjadi tuan rumah ajang nasional Indonesia Polytechnic English Competition (IPEC) 2025.
Kegiatan bergengsi ini diselenggarakan secara digital sejak Rabu hingga Jumat (20–22 Agustus 2025), dan akan dilanjutkan dengan babak final yang berlangsung tatap muka di Kampus Polimdo pada 15–17 September 2025.
Acara pembukaan digelar di Auditorium Prof. Ruddy Tenda, dan melibatkan lebih dari 300 peserta dari berbagai politeknik di seluruh Indonesia.
Kompetisi ini bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk membangun soliditas antar-politeknik vokasi di Indonesia.
Ketua panitia pelaksana, Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST, MT, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Polimdo. Ia menegaskan bahwa menjadi tuan rumah bukan hanya sebuah kehormatan, melainkan juga tanggung jawab besar.
“Ini adalah suatu berkat bagi Polimdo, karena kami dipercaya menyelenggarakan ajang sebesar ini di tengah lebih dari 50 politeknik di Indonesia,” ujar Rudolf.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, Polimdo ingin membuktikan eksistensinya sebagai politeknik unggulan di wilayah Sulawesi Utara yang mampu bersaing secara nasional, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris.
“Dampaknya besar. Mahasiswa harus punya kompetensi bahasa Inggris, tidak hanya untuk akademik, tetapi juga sebagai modal mendukung program-program pemerintah, termasuk sektor pariwisata dan industri kreatif yang menjadi masa depan Indonesia,” jelas Wakil Direktur Polimdo Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ini.
10 Jenis Lomba, Wadah Pengembangan SDM Berdaya Saing Global
Kompetisi ini mencakup 10 cabang lomba, antara lain: Essay Writing, Interview, Speech, Storytelling, Master of Ceremony, Newscasting, Biz-Tech Presentation,Poster Presentation, Pitching dan Videografi.
Melalui kompetisi ini, diharapkan mahasiswa Polimdo mampu menunjukkan kualitas mereka sebagai sumber daya unggulan yang menguasai bahasa Inggris sekaligus bidang-bidang teknis yang relevan dengan kebutuhan global.
“Kompetisi seperti ini menjadi ajang untuk menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing di dunia internasional,” lanjut Rudolf.
Ia juga menyinggung tentang pentingnya Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi institusi pendidikan tinggi, di mana kegiatan seperti IPEC memberi kontribusi besar terhadap pencapaian IKU Polimdo.
“Apalagi dua program studi kami, seperti Teknik Jalan Jembatan di Jurusan Teknik Sipil dan Mesin Produksi Juruan Teknik Mesin baru saja mendapat akreditasi unggul dari LAM Teknik. Ini bukti bahwa Polimdo sedang bergerak maju dan berkembang,” tegasnya.
Terpisah, Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar-politeknik untuk menciptakan dampak kolektif yang lebih besar bagi kemajuan pendidikan vokasi di Indonesia.
“Politeknik tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita harus bersatu, karena kita menghadapi kompetitor besar yang menawarkan program hampir serupa dengan politeknik,” ujar Maryke.
Ia menekankan pentingnya membangun program-program yang tidak hanya berbeda, tetapi juga relevan dan berdampak bagi kebutuhan bangsa.
“Harapannya, Polimdo bisa meraih prestasi terbaik dalam ajang ini. Karena selain mengharumkan nama institusi, pencapaian itu juga akan menunjang IKU kami,” tutupnya penuh harap.
Indonesia Polytechnic English Competition 2025 bukan sekadar perlombaan, tetapi sebuah panggung besar bagi generasi vokasi Indonesia untuk menunjukkan kapasitas, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi negeri. Dan Polimdo sebagai tuan rumah siap menjadi bagian penting dari perjalanan besar ini.
(*/Jane)



