Kondisi Gedung dan Fasilitas Bapelkes Memiriskan, Komisi IV DPRD Sulut Bertekad Perjuangkan Anggaran Rp.700 Juta di Banggar

BOLMORA.COM, SULUT – Kondisi gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sulawesi Utara termasuk fasilitas berupa AC sangat memprihatinkan.
Sejak dibangun 28 tahun yang lalu ternyata belum pernah di sentuh APBD yang memadai. Sehingga, sangat disayangkan aset daerah ini tidak bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Seperti terungkap saat pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Sulut dengan pihak Rumah Sakit, UPTD, Dinas Kesehatan Sulut dan Bapelkes Sulut, Senin (25/8/2025) di ruang rapat Komisi IV.
Dimana, anggaran yang disiapkan untuk Bapelkes Sulut itu sangat minim. Di APBD Perubahan hanya ketambahan Rp.200 juta.
Untuk renovasi bangunan sangat tidak memungkinkan apalagi ditambah pengadaan AC.
“Sebenarnya asrama Bapelkes memiliki 40 kamar, tapi yang bisa digunakan hanya 20 kamar, kamar yang lain sudah tidak layak digunakan. Padahal banyak dari kabupaten/kota yang mau melaksanakan kegiatan di situ. Saat ini paling banyak hanya sekitar 30 orang saja,” ucap Kepala Bapelkes, dr. Samuel di rapat.
Tambah dr.Samuel AC sentral di ruangan pertemuan sudah 28 tahun tidak pernah diganti.
Ungkap dr. Samuel, di Bapelkes ada anggaran Rp.700 juta yang belum digunakan. “Itu anggaran yang disiapkan untuk bayar gaji THL, tapi sekarang mereka sudah menjadi P3K. Apa bisa anggaran itu kami pakai untuk renovasi dan pengadaan AC?,” sebut dr. Samuel.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi IV, Louis Carl Schramm mengatakan yang disampaikan Kepala Bapelkes akan disampaikan di rapat Banggar besok.
“Bangunan Bapelkes ini harus segera di renovasi. Kenapa PAD di Bapelkes tidak memenuhi target, karena ini (tidak layak),” sebut Schramm.
Namun demikian lanjut Schramm, setelah di renovasi Bapelkes harus penuhi target yang ditetapkan. Dan Kepala Bapelkes pun menyanggupi. “Siap pak. Dua tahun lalu kami bisa mencapai hingga 200 persen,” aku dr.Samuel.
Senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Sulut sekaligus Koordinator Komisi IV, Stella Runtuwene.
Menurutnya, guna mencapai target PAD tentunya harus didukung dengan infrastruktur bangunan dan fasilitas yang memadai. Untuk itu dirinya akan memperjuangkan anggaran Rp.700 juta tersebut di rapat Banggar nanti.
“Ini akan saya kawal di banggar agar anggaran Rp.700 itu bisa digeser untuk renovasi bangunan dan pemenuhan fasilitas yang memadai,” tandas Stella.
(Jane)



