DaerahMinahasa Raya

Launching G2M2PB Dan Gerakan Pangan Murah Bupati Ajak Masyarakat Berinovasi Memenuhi Kebutuhan Pangan

Konsumsi beras secara berlebihan bisa berdampak pada masalah kesehatan

Minahasa Selatan
2 Agustus 2024.

Bolmora.com.MINSEL.
_. Minahasa Selatan merupakan Daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang subur yang bisa ditumbuhi oleh berbagai jenis tanaman keras dan lunak. Dari berbagai tanaman lunak yang tumbuh di Daerah ini, banyak yang bisa menjadi sumber makanan pendamping beras seperti Jagung, Ubi Kayu, Keladi (bete), Pisang, dan Ubi Jalar.
Semua tanaman itu bisa di jadikan sumber makanan pendamping beras dalam memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Minahasa Selatan, baik di olah secara tradisional maupun tekhnologi.

Untuk menggalakan kembali berbagai makanan pendamping beras bagi masyarakat khususnya generasi muda yang ada di Minahasa Selatan, Bupati Minahasa Selatan. Franky Donny Wongkar, SH., pada Jumat, 2 Agustus 2024 menghadiri Kegiatan Gerakan Pangan Murah Dana Insentif Fiskal Dalam Rangka Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan di Kabupaten Minahasa Selatan, yang dirangkaikan dengan Launching “Gerakan Gemar Makang Makanan Pendamping Beras” atau (G2M2PB), bertempat di Aula Waleta Kantor Bupati Minahasa Selatan.

Pencanangan “Gemar Makang makanan pendamping beras” (G2M2PB) bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan inflasi terkendali di kabupaten minahasa selatan.
Pencanangan ini sangat sinkron dengan program pusat, yang selalu disampaikan oleh bupati minahasa selatan dalam program gerakan “Marijo ba tanam” yang bertujuan memotivasi seluruh masyarakat minsel untuk berinovasi lagi dalam mencukupi kebutuhan pangan dan tidak boros pangan.

Nasi memang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia yang mengandung karbohidrat. Di Minahasa Selatan terdapat beberapa jenis tanaman yang bisa menjadi sumber bahan makanan pengganti nasi, karena memiliki kandungan karbohidrat cukup tinggi.
Selama ini masyarakat memiliki kebiasaan makan nasi, sehingga dengan adanya hal itu, berdampak pada meningkatnya permintaan pasokan beras oleh karena tingginya Konsumsi beras yang tidak seimbang dengan Produksi beras yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan.

Saat ini, Pemerintah melalui Kementerian terkait terus mendorong program penganekaragaman pangan dengan terus mendorong produksi dan konsumsi pangan lokal yang di barengi cara pengolahannya.
Mengingat beras yang dalam pengolahannya di jadikan nasi sebagai sumber energi itu kandungan karbohidratnya perlu diwaspadai, karena dapat meningkatkan resiko pada kesehatan bila di konsumsi secara berlebihan.

Selain itu, tujuan diadakannya “Gerakan Pangan Murah” merupakan salah satu cara yang efektif untuk menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga komoditas bahan pokok.
Masyarakat dapat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau sehingga terjadi perputaran ekonomi yang dapat meningkatkan roda perekonomian daerah.
Di tahun 2024 ini anggaran dana insentif fiskal dinas ketahanan pangan Kabupaten Minahasa Selatan sudah mengalokasikan dana untuk pelaksanaan gerakan pangan murah dengan memberikan subsidi harga pangan pokok strategis kepada masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Minahasa Selatan dengan mengambil kebijakan dan langkah langkah konkrit dalam rangka pengendalian inflasi dan stabilisasi pasokan dan harga pangan strategis.

Kegiatan Gerakan pangan murah anggaran dana insentif fiskal masih tetap dengan metode menggandeng para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan dengan tujuan Tripel benefit, yakni membantu perekonomian para pelaku usaha termasuk petani penghasil komoditi, memberikan subsidi atau potongan harga terhadap komoditi yang akan dibeli masyarakat, yang pada umumnya menstabilkan pasokan dan harga komoditi pangan di Kabupaten Minahasa Selatan.
Kegiatan “Gerakan pangan murah” yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan ini memberikan subsidi 20% terhadap komoditi yang akan dipasarkan. Bantuan subsidi tersebut sangat signifikan atau besar pengaruhnya pada harga jual pasar.

Bupati Minahasa Selatan. Franky Donny Wongkar, SH., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini, Pemerintah harus hadir di tengah tengah masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan. Salah satunya untuk menekan Angka Inflasi dan juga membuat harga pangan stabil serta menjaga agar pasokan pangan tetap stabil supaya daya beli masyarakat tetap ada.
Olehnya kami Pemerintah mengambil kebijakan untuk melaksanakan Gerakan Pangan Murah dengan mensubsidi 20%. Yang menjadi permasalahan skarang adalah Konsumsi beras lebih tinggi dari Produksi beras apalagi terdapat alih komoditi.
Oleh sebab itu Pemerintah mencanangkan konsumsi makanan pendamping beras agar bisa mengurangi konsumsi beras.
Sambil berkelakar Bupati Minahasa Selatan. Franky Donny wongkar. SH, bercerita jika dulu orangtuanya sering menyiapkan makanan pokok bukan beras dan untuk konsumsi hampir setiap hari adalah Ubi Kayu, Pisang dan Talas (bete) namun bisa bertumbuh sehat hingga hari ini.
” Dulu kasiang Torang ja makang, kabanyakan makang ubi deng bete mar sehat sehat sampe skarang “, ujarnya sambil tertawa….

Hadir dalam kegiatan ini Forkopimda Kabupaten Minahasa Selatan : Kapolres Minahasa Selatan yang diwakili oleh Kabag SDM Polres Minahasa Selatan. AKP. Rudi Dotulong, S.Sos., Staf Khusus Bupati Minahasa Selatan, serta Masyarakat.

Bupati Minahasa Selatan didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Kepala Bapelitbangda, Plt. Kepala Dinas Pangan , Plt. Kepala Dinas Kominfo, dan Kepala Bagian Perekonomian Setda.

Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan
Bidang Informasi dan Komunikasi Publik
(Kominfo . MS / Gi Mangindaan )

(Deki L).

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button