Breaking News : Panitia Liga Santri PSSI Sulut Piala Kasad Diduga “Main Mata”
BOLMORA.COM, BOLMUT – Liga Santri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk memperebutkan Piala Kasad Tahun 2022, dinilai penuh kontroversi dan menuai sorotan dari berbagai pihak.
Pasalnya, Tim Pondok Pesantren Alkhairat Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang mewakili Bolmong Raya di diskualifikasi secara sepihak oleh panitia pelaksana kegiatan Piala Kasad setelah memenangkan semua pertandingan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 1 Agustus sampai tanggal 2 Agustus Tahun 2022 itu, diduga kuat sarat kecurangan, dan bisa saja terjadi “main mata” antara panitia pelaksana dan peserta.
Hal ini dipertegas oleh Ketua Himpunan Pemuda Alkhairaat Bolmut Moh. Hasan Filabuya, S.Pd.I, pada awak media Bolmora.com, Kamis (11/08/2022).
Menurutnya, sejak pertandingan pertama oleh Ponpes Alkhairaat Bintauna sampai dengan selesai terdapat banyak kejanggalan yang jelas-jelas merugikan pihak Ponpes Alkhairaat Bintauna.
Filabuya mengaku, menemukan fakta-fakta yang menguatkan dugaannya bahwa panitia pelaksana kegiatan Piala Kasad tidak profesional, bahkan diduga telah terjadi “main mata” dan praktek kecurangan antara panitia dan peserta.
Fakta pertama adalah, protes yang dilayangkan oleh Ponpes Alkhairaat Manado serupa dengan protes yang dilayangkan oleh Ponpes Arafah Bitung. Yaitu, mempertanyakan beberapa pemain Ponpes Alkhairaat Bintauna yang diketahui telah lulus.
Namun protes Ponpes Arafah Bitung ketika ditanggapi dan dijawab oleh Ponpes Alkhairaat Bintauna dimana berpedoman pada juknis, telah diterima oleh panitia dan Ponpes Arafah Bitung. Keduanya memiliki protes yang sama tapi mendapatkan perlakuan yang berbeda dari panitia.
Fakta kedua adalah, Setelah panitia pelaksana memberitahukan terkait protes Ponpes Alkhairaat Manado, Ponpes Alkhairaat Bintauna tidak diberikan kesempatan untuk membela diri secara berhadapan.
Fakta ketiga adalah, Pemberitahuan di diskualifikasinya Ponpes Alkhairaat Bintauna hanya melalui pesan WhatsApp, itupun saat rombongan Ponpes Alkhairaat Bintauna sudah berada dijalan menuju pulang. pada hal sebelumnya Ponpes Alkhairaat Bintauna telah diumumkan sebagai juara oleh panitia.
Fakta keempat adalah, permintaan data pemain dari Ponpes Alkhairaat Manado oleh pihak Ponpes Alkhairaat Bintauna terkesan disembunyikan. Nanti beberapa hari setelahnya baru diberikan.
Fakta kelima adalah, telah ditemukan beberapa pemain Ponpes Alkhairaat Manado tidak terdaftar di data emis madrasah. Setelah dikembangkan, ternyata ada dua pemain Ponpes Alkhairaat Manado berasal dari sekolah lain.
“Nah, berdasarkan fakta-fakta itu maka saya menduga panitia pelaksana kegiatan Piala Kasad tidak profesional, dan menduga telah terjadi main mata serta praktek curang antara panitia dan peserta.” tegasnya
Ia menambahkan, perlu ada evaluasi dan meminta Kodam 13 Merdeka bertindak tegas dan profesional karena ini menyangkut nama baik Piala Kasad, agar kejadian ini tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang.
“PSSI Sulut tercederai dan Piala Kasad telah disusupi.” tutupnya
(Awal)



