Bolmong

Ratusan Tenaga Kesehatan di Bolmong Terpapar Covid-19

BOLMORA.COM, BOLMONG — Pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung tidak hanya menerjang masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong)

Tenaga kesehatan (Nakes) pun tak luput dari terjangan dari covid-19

Dari data yang diperoleh, sebanyak 100 nakes di Kabupaten Bоlmоng, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terpapar Covid-19. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolmong, dr. Erman Paputungan membenarkan jika ada 100 nakes di Bolmong yang terpapar Covid-19. 

Pernyataan tersebut diakui Erman saat dihubungi, Senin (16/8/2021).

“Kurang lebih ada 100 nakes kami yang kembali terpapar Covid-19,” aku dia. 

Para Nakes tersebut diketahui bekerja di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang. 

“Mereka bertugas di Puskesmas dan RSUD, tapi ada beberapa yang sudah sembuh,” ungkapnya. 

Selain perawat, Erman mengatakan jika para dokter juga banyak yang terpapar virus Corona. 

“Yah, bukan hanya perawat saja, tapi ada juga dokter yang terpapar Covid-19,” aku dia. 

Sebelumnya diketahui, Banyaknya tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bоlmоng yang terpapar Covid-19.

Membuat beberapa Puskesmas di Kabupaten Bolmong ditutup. 

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolmong, dr. Erman Paputungan. Menurutnya, ada 4 Puskesmas di Bolmong yang sempat ditutup. 

“Bukan ditutup sebenarnya, pelayanannya tetap jalan. Hanya saja ada beberapa tindakan yang tidak bisa dilayani di Puskesmas,” ujarnya. 

Ia menambahkan keempat Puskesmas tersebut adalah Puskesmas Doloduo, Imandi, Tungoi, dan Pangian. 

Meski begitu, Erman membeberkan bila ada beberapa Puskesmas yang sudah kembali dibuka. 

“Puskesmas Tungoi, Pangian, dan Imandi sudah kembali dibuka,” ujarnya. 

Ia mengaku para Nakes yang dinyatakan positif langsung diminta untuk melakukan isolasi mandiri. 

“Alhamdulillah banyak yang tak bergejala, jadi mereka hanya isolasi mandiri saja,” ungkapnya.

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow meminta masyarakat jujur kepada nakes yang ada di Puskesmas. 

Menurutnya, banyaknya Nakes yang terpapar Covid-19 juga tak lepas dari ketidakjujuran pasien. 

“Jadi kalau memang ada gejala Covid-19, lebih harus jujur. Supaya tenaga medis kita tahu langkah apa yang akan diambil,” tegasnya dia. 

Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan nakes yang sudah terpapar Covid-19 tidak akan bisa melayani pasien.

“Jadi kuncinya, masyarakat juga harus jujur ketika ada keluarga dan saudara yang sakit,” tandasnya.

(Agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button