Penjualan Selai Nanas Lobong di Tengah Pandemi Covid Masih Bertahan di Pasaran
BOLMORA.COM,BOLMONG — Ketenaran Selai Nanas Desa Lobong memang sudah dikenal banyak orang, baik itu dari kalangan masyarakat Sulawesi Utara maupun masyarakat di luar daerah.
Semenjak Pandemi virus corona (Covid-19) melanda, pasaran Selai Nanas dari Desa Lobong, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolmong masih tetap bertahan di pasaran penjualan.
Menurut Camat Passi Barat Marief Mokodompit, pemasaran selai nanas lobong sekarang bahkan sudah di jual lewat aplikasi pemasaran online
“Diaplikasi Shopee selai nanas Lobong juga dijual,” kata Marief.
Tak hanya lewat online, kata Marief, penjualan selai nanas lobong lewat cara konvensional terus berjalan. Selai tersebut sudah menjangkau seluruh Sulut.
“Berbagai supermarket luar daerah contohnya di Manado selalu meminta selai tersebut karena laku,” kata dia.
Dikatakan Marief, pihaknya terus melakukan bimbingan pemasaran kepada para petani nenas yang tersebar di 13 Desa.
“Bertahannya selai lobong di tengah pendemi merupakan bukti bagaimana sektor pertanian menjadi benteng terakhir melawan Covid 19,” ujar Marief
Isnawati seorang petani nenas menyatakan, ia bisa menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi dari hasil bertani nanas.
“Anak saya semuanya sarjana, dari hasil nanas,” ungkap Marief.
Dia menyekolahkan anaknya karena tak mau si anak terbelakang. Ia ingin anaknya punya pengetahuan tinggi. Ia membeber, lahannya sekali panen bisa menghasilkan 4000 buah, dan omzetnya dalam seminggu bisa mencapai Rp 4 juta rupiah.
“Bahkan bisa lebih,” bebernya.
(Agung)



