Tinjau Lokasi Kejadian, Pemda Bolsel Berikan Santunan kepada Keluaga Korban Hanyut di Desa Kombot
BOLMORA.COM, BOLSEL – Belum ditemukannya salah satu warga Desa Kombot, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolsel (Bolaang Mongondow Selatan), yang diduga hanyut terbawa arus sungai pada Sabtu (15/8/2020), tampaknya menuai perhatian serius dari Pemda Kabupaten Bolsel.
Pun Rabu (19/8/2020), Bupati Iskandar Kamaru, bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, mengunjungi langsung rumah korban hanyut yang diketahui bernama Subuh Paputungan (82). Di situ, bupati memberikan santunan untuk keluarga korban.
Sebelum berkunjung ke rumah korban, bupati dan wakil bupati, bersama tim SAR dan masyarakat setempat, terlebihdahulu meninjau lokasi sungai di mana korban hanyut.
Dalam kesempatan itu bupati mengatakan, pemerintah bersama stakeholder terkait akan berupaya membantu keluarga korban untuk melalukan pencarian
“Pemerintah dan tim SAR akan memaksimalkan pencarian korban. Saya berharap tim segera menemukan korban,” kata Iskandar .
Dia meminta agar tim SAR dan BPBD dapat bekerja maksimal, dengan melakukan pengecekan secara teliti di seluruh jalur sungai.
“Kita doakan bersama, insha Allah korban segera ditemukan,” imbuhnya.
Turut dalam rombongan tersebut di antaranya, Sekda Bolsel Marzansius Arvan Ohy, para asisten, dan sejumlah kepala OPD, serta camat dan kepala desa setempat.
Informasi yang diperoleh, korban awalnya sempat berpamitan kepada keluarga untuk menuju perkebunan Bege Desa Kombot, pada Sabtu (15/8/2020) sekitar pukul 09.00 WITA, dan sampai dengan Rabu (19/8/2020) hari ini, belum diketemukan.
Saat pamit, korban beralasan akan ke kebun untuk memperbaiki atap gubuk tempat berteduh yang sudah mulai rusak. Namun tiga hari kemudian, tepatnya Selasa (18/8) sekira pukul 07.00 WITA, warga setempat yang juga sesama petani mendapati korban tak ada di gubuk tersebut. Padahal, sehari sebelumnya masih terlihat. Warga tersebut kemudian melaporkan hal tersebut ke keluarga korban.
Setelah melakukan pencarian, keluarga yang dibantu aparat desa menemukan sejumlah barang milik korban berada di sungai, tempat biasa korban menyeberang untuk pulang kembali ke rumahnya.
Usai menemukan barang-barang tersebut, keluarga pun langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Kapolsek Pinolosian kemudian meminta bantuan Basarnas Kota Kotamobagu untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Sementara itu, Kepala Basarnas Manado Suhri Sinaga, melalui Humas Basarnas Fery Ariyanto mengatakan, pihaknya kini sudah menurunkan tim pencarian yang dibantu pihak kepolisian, TNI dan juga masyarakat di desa tersebut, untuk menelusuri sungai tempat diduga korban terseret arus sungai.
“Basarnas langsung menuju lokasi ketika ada laporan pada Rabu (19/8/2020) pagi tadi, sekira pukul 05.00 WITA. Saat ini tim sementara melakukan pencarian terhadap korban,” ungkap Ariyanto.
(*/Gnm)



