Kotamobagu

Pemerintah dan Masyarakat Mogolaing Bergotong Royong Bangun Rumah Singgah di Lokasi Pekuburan Kopandakan II

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU — Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terpantau saat pemerintah dan masyarakat Kelurahan Mogolaing, melaksanakan kerja bakti bersama di lokasi pekuburan umum Kelurahan Mogolaing, Minggu (16/8/2020).

Meski berjarak sekitar 10 kilometer dari Kelurahan Mogolaing, namun antusias dan kesadaran masyarakat untuk datang bergotong royong di lokasi pekuburan umum, yang berada di Desa Kopandakan II, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong tersebut cukup tinggi.    

Pantauan Bolmora.Com, kerja bakti yang dimulai pukul 07.00 WITA, dipimpin langsung oleh Lurah Mogolaing Tonny Ponongoa, dan melibatkan aparat kelurahan dan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan.

Kegiatan kerja bakti diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah singgah dan membuatan pagar keliling.

Lurah Mogolaing Tonny Ponongoa, ketika ditemui di lokasi mengatakan, ada beberapa misi yang dilakukan keterkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan. Di antaranya, kembali membangun silaturahmi antar sesama masyarakat tentang arti sebuah kebersamaan dalam bergotong royong.

“Melalui kegiatan hari ini, secara tidak langsung dapat memberikan edukasi secara spritual kepada masyarakat bahwa, apapun status sosial kita, suatu saat akan kembali ke tempat peristirahatan terakhir, dan akan berada di tempat ini. Maka itu, tempat peristirahatan kita yang terakhir harus dibenahi dari sekarang,” ungkapnya.

Dikatakan, kegiatan pembenahan dan pengadaan beberapa fasilitas di lokasi pekuburan umum ini dilakukan secara bertahap, yang dimulai dengan pembangunan rumah singgah.

“Secara include, pembangunan rumah singgah dan pagar keliling sudah harus dilaksanakan, tentunya secara bertahap dan disesuiakan dengan anggaran yang ada,” ujar Tonny.

Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemkot Kotamobagu ini menjelaskan, untuk anggaran pembangunan rumah singgah dan pagar keliling, serta pengadaan fasilitas lainnya, berasal dari swadaya masyarakat.

“Anggarannya kita ambil dari swadaya masyarakat, sebagaimana disepakati. Swadaya dibagi berdasarkan beberapa klasifikasi. Jadi, ada klasifikasi A, B, C, dan D. Masyarakat tinggal memilih mau memberikan swadaya berdasarkan klasifikasi yang mana,” terangnya.

Menurut dia, keberadaan rumah singgah sangat penting untuk segera dibagun. Sebab, jarak lokasi pekuburan umum dengan Kelurahan Mogolaing lumayan jauh, kurang lebih 10 kilometer.

“Salah satu pertimbangan harus segera dibangun rumah singgah, adalah pertimbangan sosial. Mengingat, jika nanti dilakukan penguburan dalam kondisi hujan ataupun malam hari, lantas tidak ada fasilitas rumah singgah bagaimana?. Sehingga itu, bangunan ini dianggap penting dan harus segera diselesaikan secapatnya,” pungkas Papa Arman, sapaan akrab Lurah Mogolaing yang dikenal tegas.

(*/Gnm)          

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button