Masyarakat Kotamobagu Diminta Waspada Kebakaran
BOLMORA.COM , KOTAMOBAGU – Kurangnya kewaspadaan dan kelalaian masyarakat dapat memicu risiko kebakaran. Terbukti sejak Januari hingga Agustus 2019 tercatat sudah sepuluh titik wilayah lokasi kebakaran di Kotamobagu. Dari beberapa kejadian tersebut, tercatat kronologis kejadian penyebab tertinggi adalah dugaan terjadinya arus pendek listrik (kosleting) hingga menyebabkan lerugian ratusan juta rupiah.
Kepala Bagian Pemadam Kebakaran, Sarana dan Prasarana Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Kotamobagu Erwin Sugeha mengatakan, saat ini masih kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya laporan kejadian kebakaran.
“Ada beberapa lokasi terjadinya kebakaran, ketika titik kebakaran sudah mencapai 30 sampai 50 persen, masyarakat baru datang melapor. Padahal kami memiliki standar pelayanan masyarakat (SPM) cepat tanggap paling lambat 15 menit tiba dilokasi kejadian, sebab 1 menit saja waktu berjalan ketika titik kebakaran mulai melebar, maka bisa lebih tinggi lagi tingkat kerugian,” ungkapnya, Selasa (27/8/2019).
Erwin pun menghimbau agar masyarakat langsung melaporkan ketika mulai terjadi kebakaran, maka team pemadam dapat memastikan minimnya kerugian.
“Kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk menyimpan nomor informasi pemadam kebakaran, sebab terbukti dibeberapa lokasi kejadian banyak masyarakat datang melaporkan kejadian secara langsung bukan melalui telepon. Coba hitung berapa waktu yang terbuang untuk sampai ke sini. Akan lebih efisien dan menghemat waktu jika masyarakat lebih memahami dan mengerti cara tanggap penanggulangan bencana,” imbuhnya.
Berrikut daftar kebakaran yang terjadi sepanjang 2019
| 21 Januari, Kel.Nawir Massie Moyag Tampoan, 1 unit rumah kerugian Rp2.000.000 |
| 19 Februari, Pasar Pocil, 12 unit kios Pasar Poyowa Kecil, kerugian Rp.1.000.000.000 |
| 23 Februari, Dr. Untung Sulistio dan Hart Martinus Langi Sinindian, 2 unit rumah, kerugian Rp.110.000.000 |
| 3 Maret, PT.Bank Prismadana Kotamobagu, 1 Unit Bank Prismadana, kerugian Rp.250.000.000 |
| 21 Maret, Rinto Salaga, Mogolaing, 1 Unit Rumah, kerugian Rp.100.000.000 |
| 29 Juni, Fardi Tomping dan Umai Kobo Besar, 2 Unit Rumah, kerugian Rp150.000.000 |
| 2 Agustus, Joyo Manoppo Molinow, 1 Unit Rumah kios, kerugian Rp.500.000.000 |
| 21 Agustus, Robi Lasabuda Motoboi Besar, 1 Unit Rumah, kerugian Rp.10.000.000 |
| 21 Agustus, Pasar Serasi, kerugian masih dalam proses penyelidikan |
| 21 Agustus, Rumah kosong Lorong Kembang Mogolaing, 1 Unit Rumah, kerugian Rp. 40.000.000 |
(me2t)



