Warga Lingkar Tambang Tolak Harga Tanah yang Ditawarkan PT ASA
BOLMORA.COM,
BOLTIM – Dengan digelarnya
sosialisasi pembebasan lahan oleh pihak perusahan tambang emas PT Arafura Surya
Alam (ASA) yang dilaksanakan di Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang
Mongondow Timur (Boltim) beberapa waktu lalu, menuai keluhan warga pemilik lahan
yang berada dilingkar tambang.
Pasalnya, penawaran harga lahan yang ditawarkan pihak perusahaan dinilai sangat
rendah. Hal itu seperti yang disampaikan salah satu warga pemilik lahan asal
Desa Kotabunan, Hartono Liem, Senin (26/8/2019).
“Harga yang ditawarkan PT ASA sangat rendah, hanya Rp250 juta per hektare untuk lahan yang berada di dekat jalan, dan Rp200 juta rupiah per hektare untuk lahan yang agak jauh dari jalan,” ungkap Liem kepada sejumlah awak media.
Dikatakannya pula, lebih disayangkan harga tersebut sudah termasuk dengan nilai tanam tumbuh.
“Untuk
lahan saja kami menolak, apalagi angka yang disebut pihak PT ASA sudah termasuk
membayar tanaman yang kami tanam di lahan. Kami nilai itu sangat murah,”
terangnya.
Ia menyebut, jika perusahaan bisa menyetujui apa yang ditetapkan terkait harga,
pihaknya akan menyerahkan lahan tersebut.
“Angka kami adalah Rp500 juta per hektare, dan itupun di luar tanaman yang
ada,” tegasnya, yang ikut diiyakan undangan pada sosialisasi itu.
Sementara,
Fikri salah satu warga pemlik lahan asal Desa Bulawan mengatakan, penawaran
yang ditawarkan pihak perusahan terlalu murah.
“Rp500 juta di luar tanaman, itu harga yang kami inginkan. Sebab, tanah
yang kami miliki itu mengandung emas yang tidak sedikit. Maka dari itu, saya
berharap PT ASA bisa menyetujuinya,” pinta Fikri.
Manajer eksternal PT ASA Andreas
Bolitobi, pada kegiatan sosialisasi tersebut mengungkapkan, pihaknya baru menyatakan
penawaran harga lahan kepada masyarakat. Pastinya juga punya angka tersendiri.
“Apa yang diutarakan dan dikeluhkan masyarakat setempat soal harga, tentunya akan kami sampaikan kepada atasan,” singkatnya.
(Ayax Vay)



