Disperindag Bolmong Hadirkan 30 Petani dan Pedagang di Lelang Komoditi Agro

BOLMORA.COM, BOLMONG — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sukses menggelar pelelangan komoditi Agro, kualitas ekspor.
Kegiatan yang dilaksanakan di gedung kendys, Lolak. Berhasil menghadirkan 30 peserta dari kalangan pedagang pengumpul, petani, maupun gabungan kelompok tani, yang menampilkan berbagai komoditi, mulai dari beras, jagung, kentang, kembang kol, kopra, nanas, arang tampurung dan lainnya.
Acara yang diprakarsai oleh Disperindag Provinsi Sulawesi Utara, dibuka langsung oleh Asisten II Setda Bolmong, Yudha Rantung, yang dihadiri oleh pejabat dinas terkait, dan juga exportir
Kepala Dinas Perindag Bolmong, George Tanor mengatakan, bahwa Pasar Lelang ini perdana dilakukan di Kabupaten Bolmong. Adapun tujuannya dilaksanakan kegiatan, untuk mengakomodir permasalahan dagang di kalangan petani dan pedagang di daerah, serta memfasilitasi komunitas tersebut dalam memasarkan produk unggulannya.
“Kegiatan ini adalah program pemerintah daerah, yang terintegrasi langsung dengan Kementerian Perdagangan, yang melibatkan langsung pedagang pengumpul, petani, serta pembeli exportir, ” ujar Tanor.
Senada, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Helmida Mokodongan juga menyampaikan, bahwa program ini adalah bagian kepedulian pemda, dalam memfasilitasi komoditi-komoditi pada standar harga yang sesuai dengan harga pasar.
“Program ini memfasilitasi para petani dan pedagang, dalam memasarkan produk dengan harga standar pasar, dengan harapan bisa saling menguntungkan, ” ujar Kabid. Kamis (8/8)
Kabid juga menjelaskan, dalam kegiatan tersebut. Pemprov Sulut, melalui Disperindag, menghadirkan eksportir Sulut, Bapak Nasir Arbi. Kehadirannya guna membeli produk komoditi langsung dari petani maupun pedagang pengumpul.
“Pak Nasir membeli komoditi jagung, dari koperasi Gapoktan, karena jagung tersebut masuk dalam kualitas ekspor, ” jelas kabid.
Selain itu, ada juga komoditi beras premium, jenis Serayu Bali dan PL Bali yang dibeli langsung dari petani.
“Untuk 3 komoditi yang diambil, masing-masing, yakni komoditi jagung dengan harga pengambilan Rp4.200/kg, dan nilai kontrak sebanyak 1000 ton, total Rp4,2 Miliar, ” ungkap kabid.
Lanjut kabid, untuk komoditi Beras jenis Serayu nilai kontrak 150 ton, dengan harga Rp11.500/kg total 1.725.000.000, dan Beras jenis PL Bali 100 ton dengan harga Rp11.500/ kg, total Rp1.150.000.000.
“Untuk total keseluruhan kontrak lelang, nilainya sebesar Rp7.075.000.000. Dan pengambilan komoditi tersebut, langsung dijemput di tempat pengumpul oleh pihak eksportir, ” ungkap kabid.
(Agung/wdr).



