Jalan Rusak Tak Kunjung Diperhatikan, Kades Werdi Agung Timur Merasa di Anak Tirikan
BOLMORA.COM, BOLMONG – Rusaknya jalan utama Desa Werdhi Agung Timur, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, mengundang perhatian serius dari Sangadi (Kepala Desa) Werdhi Agung Timur, I Nengah Rame.
Tak tahan melihat kondisi tersebut, Sangadi pun akhirnya angkat bicara. Ia merasa pembangunan di desanya terkesan di anak tirikan oleh Pemkab Bolmong.
Hal ini dikatakan Sangadi, karena prihatin dengan kondisi jalan desanya yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Bahkan, menurutnya jalan tersebut, sudah tak layak lagi disebut jalan desa.
“Jalan desa kami sudah tak layak lagi disebut jalan desa, karena tingkat kerusakannya sangat parah dan tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah, “ ungkap Sangadi, saat ditemui BOLMORA.COM di Kantor Desa Werdhi Agung. Selasa 6 Agustus 2019, kemarin.
Menurut Sangadi, sejak dirinya menjabat Kades pada tahun 2016, Dirinya sering melakukan lobi ke Pemerintah Daerah dan DPRD Bolmong, agar jalan akses desanya bisa diperbaiki. Namun sayangnya, usulan tersebut, hingga kini tidak kunjung direalisasi.
“Sudah beberapa kali saya usulkan ke pemerintah daerah untuk segera diperbaiki. Sebab, jalan tersebut sudah bertahun-tahun belum pernah merasakan yang namanya aspal jalan, “ ujar Sangadi dengan nada prihatin.
Mirisnya, Ia bahkan di anggap gagal dan tidak mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat oleh warga Desa Werdhi Agung. Sehingganya Sangadi meminta kepada ibu Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, agar sekiranya bisa memperhatikan desanya, dengan harapan infrastruktur jalan desa bisa segera diperbaiki.
“Saya kerap dianggap gagal dan tidak mampu memperjuangkan aspirasi warga, karena jalan dikampung tak kunjung diperbaiki, padahal sudah sering kali di usulkan. Untuk itu, saya sangat berharap, Bupati Bomong bisa memberikan perhatian sedikit kepada desa kami, agar kesan terisolir tidak lagi melekat kepada desa kami, “ tutur Sangadi.
Sangadi berharap, pemda dan dinas terkait bisa tergugah dengan permohonan ini, karena Ia merasa sudah bosan dengan usulan pembangunan di desanya yang tak pernah direspon dinas terkait.
Ditambahkan Sangadi, bahwa penduduk warga Desa Werdhi Agung yang dihuni oleh 200 Kepala Keluarga ini, setiap harinya harus melewati jalan kebun yang sempit dan berbatu campur tanah. Terlebih saat kondisi musim penghujan, jalan akses desanya, menjadi kolam kubangan air.
(Wandy)



