Lagi, Kabupaten Bolmong Jadi Tempat Pelaksanaan PKL Universitas Ternama di Manado
BOLMORA.COM, BOLMONG – Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terus jadi bidikan Universitas ternama di Manado. Setelah Unsrat, giliran Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Manado, melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Terpadu di Kabupaten Bolmong. Mereka akan berada di Bolmong selama 21 hari, di Kecamatan Lolayan.
Sedikitnya, 39 mahasiswa Poltekkes diterima langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Tahlis Gallang, Asisten I Bidang Pemerintahan Derek Panambunan, Kepala Dinkes Sahara Albugis, Camat Lolayan Faisal Manoppo, para kepala desa (Sangadi), sekaligus mewakili Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, di ruang rapat lantai II, kantor bupati, Senin (5/8/2019).
Dalam sambutan, Tahlis menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan pihak Kampus Poltekkes Manado, untuk melaksanakan PKL di wilayah Bolmong.
“Mewakili Pemerintah Kabupaten Bolmong dan masyarakat, mengucapkan selamat datang bagi mahasiswa yang akan melaksanakan PKL di wilayah kami. Semoga apa yang akan diterapkan para mahasiswa dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ada di 14 desa di Kecamatan Lolayan,” ungkap Tahlis.
Tahlis juga berharap, agar pelaksanaan PKL di daerah ini dapat memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat. Bahkan bisa menambah pengetahuan serta memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar di masa yang akan datang. Pihaknya juga menghimbau agar para mahasiswa dapat berbaur dengan baik bersama masyarakat.
“Saya harap camat, sangadi dan masyarakat di Kecamatan Lolayan agar memperhatikan keberadaan mahasiswa. Berilah dukungan kepada adik-adik kita ini agar dapat melakukan PKL dengan baik,” ucapnya.
Sementara itu, Kaprodi jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado Vera Harikedua, berpesan kepada mahasiswa untuk menaati semua aturan agar PKL bisa berjalan dengan baik.
“Adik-adik mahasiswa, saya ingatkan untuk selalu menaati aturan agar selama kegiatan bisa dilakukan sebagaimana mestinya,” katanya.
Lanjut vera, apabila ada mahasiswa melanggar aturan maka akan segera ditarik dan selanjutnya akan menjadi urusan pihak Poltekkes.
“Jika ada mahasiswa yang tidak taat aturan maka jangan menyesal karena akan segera ditarik dan akan langsung berurusan dengan panitia PKL,” tegasnya.
Ia berharap, mahasiswa harus berinteraksi dengan masyarakat. Sebab nantinya mahasiswa berada di lokasi selama 3 pekan dan harus proaktif serta dapat melaksanakan kerja lapangan dengan baik.
“Dengan adanya mahasiswa PKL ini, diharapkan mereka bisa melakukan perubahan dan perilaku. Juga meminimalkan anak-anak stanting yang ada di bolmong,” ungkapnya.
(Agung)



